
Wayang humor Dewa Ruci, Sabtu (21/4/2018)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA— Lelucon khas bapak-bapak atau dad jokes yang kerap dianggap “garing” ternyata menyimpan manfaat besar bagi kesehatan otak. Temuan ini terungkap dalam studi terbaru yang dipublikasikan di PsyArXiv dikutip Rabu (24/6/2026).
Penelitian tersebut mengungkap bahwa dad jokes memiliki struktur sederhana, penuh permainan kata, dan mudah dipahami berbagai kalangan. Justru kesederhanaan inilah yang membuatnya efektif dalam merangsang aktivitas otak.
Struktur Sederhana, Dampak Besar
Psikolog Paul J. Silvia dan Meriel I. Burnett menemukan bahwa lelucon ala bapak-bapak mengandalkan pun atau plesetan kata yang memicu otak untuk bekerja secara cepat dalam memahami makna ganda.
Berbeda dengan humor kompleks yang membutuhkan konteks luas, dad jokes bisa dinikmati siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Hal ini menciptakan pengalaman tertawa bersama lintas generasi.
Tertawa Turunkan Stres
Tertawa bukan sekadar reaksi spontan, tetapi juga proses biologis penting. Saat seseorang tertawa, tubuh akan menurunkan hormon stres seperti kortisol dan epinefrin.
Sebaliknya, tubuh akan meningkatkan hormon kebahagiaan seperti dopamin, serotonin, dan endorfin. Bahkan, studi yang dipublikasikan di PLOS One pada 2023 menunjukkan bahwa satu sesi tertawa dapat menurunkan kadar kortisol hingga lebih dari 36 persen.
Penurunan stres ini membantu mengaktifkan korteks prefrontal, bagian otak yang berperan dalam pengambilan keputusan, kreativitas, dan pemikiran kompleks.
Dorong Kreativitas dan Kecerdasan Verbal
Kemampuan memahami permainan kata dalam dad jokes juga berkaitan erat dengan kecerdasan verbal dan kreativitas. Otak dilatih untuk menghubungkan berbagai makna dalam waktu singkat, yang berdampak positif pada kemampuan berpikir fleksibel.
Pakar perkembangan anak dari Middlesex University, Jacqueline Harding, menyebut bahwa tawa merupakan indikator aktivitas otak yang sehat.
Dalam bukunya The Brain That Loves to Laugh, ia menjelaskan bahwa kegembiraan membantu anak-anak belajar, membangun hubungan sosial, serta meningkatkan daya tahan terhadap stres.
Perkuat Ikatan Keluarga
Selain manfaat kognitif, dad jokes juga berdampak positif pada hubungan keluarga. Tertawa bersama dapat meningkatkan produksi oksitosin, hormon yang berperan dalam mempererat ikatan emosional.
Interaksi penuh tawa ini juga memicu proses co-regulation, yaitu kemampuan individu untuk mengelola emosi melalui hubungan sosial yang positif dan suportif.
Menurut Harding, permainan dan humor yang spontan menjadi “penawar stres alami” karena mampu meningkatkan endorfin dan menciptakan rasa aman.
Humor Bukan Sekadar Hiburan
Temuan ini menegaskan bahwa humor, termasuk dad jokes, bukan sekadar hiburan ringan. Di balik kesederhanaannya, tersimpan manfaat penting bagi kesehatan mental, perkembangan otak, hingga kualitas hubungan sosial.
Jadi, meski sering dianggap receh, lelucon bapak-bapak ternyata punya peran besar dalam menjaga keseimbangan emosi dan fungsi otak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
2

















































