Dinkes Sleman Siagakan Fasyankes 24 Jam Saat Lebaran 2026

1 hour ago 1

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman memastikan layanan kesehatan tetap siaga selama masa libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Berbagai fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) disiapkan, mulai dari puskesmas, rumah sakit rujukan hingga layanan darurat yang dapat dihubungi masyarakat jika terjadi kondisi kegawatdaruratan selama perjalanan mudik maupun saat berada di Sleman.

Selain menyiapkan layanan medis, Dinkes Sleman juga membuka sejumlah jalur komunikasi darurat yang dapat diakses masyarakat apabila terjadi kondisi kesehatan mendesak maupun potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) selama periode Lebaran 2026.

Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama, menjelaskan puskesmas rawat inap akan beroperasi penuh selama 24 jam, sementara puskesmas non-rawat inap tetap membuka pelayanan pada jam tertentu selama masa libur Lebaran.

“Puskesmas Rawat Inap (Ranap) siaga 24 jam dan Puskesmas non-Ranap buka dari pukul 07.30 WIB – 19.00 WIB mulai 18 – 24 Maret 2026,” ujarnya.

Menurut Cahya, setiap puskesmas juga diminta menyiapkan layanan pertolongan pertama bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat, baik untuk kondisi penyakit maupun kecelakaan. Fasilitas tersebut mencakup Pertolongan Pertama pada Penyakit (P3P) serta Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

Selain itu, setiap puskesmas juga harus menyiapkan ambulans lengkap dengan pengemudi yang siaga selama 24 jam untuk kebutuhan rujukan pasien ataupun evakuasi korban jika terjadi keadaan darurat.

Koordinasi ambulans gawat darurat medis pra rumah sakit di wilayah Kabupaten Sleman dapat dilakukan melalui call center Sleman Emergency Services (SES) di nomor 0274-8609000 atau 08112668900.

“Seluruh RS di Kabupaten Sleman adalah RS rujukan kegawatdaruratan,” kata Cahya kepada wartawan di Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (10/3/2026).

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB), masyarakat juga dapat melaporkan kejadian yang berkaitan dengan penyakit atau keamanan pangan melalui sejumlah nomor yang disiapkan oleh Dinkes Sleman.

Untuk laporan kewaspadaan KLB makanan atau penyakit, masyarakat dapat menghubungi Dinkes Sleman di nomor 0274 868409 atau 081328492299 (Khoirunnisa). Apabila terjadi KLB keracunan pangan, masyarakat dapat menghubungi nomor 081229242233 (Gunanto).

Selain itu, untuk penyakit menular berbasis vektor yang berpotensi menimbulkan KLB seperti demam berdarah dengue (DBD) dan leptospirosis, masyarakat dapat menghubungi nomor 081226542836 (Agung Purnomo).

Adapun untuk penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), laporan dapat disampaikan melalui nomor 081328492299 (Khoirunnisa).

Penanganan Emergency Maternal

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sleman, Dedi Aprianto, menyampaikan bahwa kasus kegawatdaruratan maternal harus segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki layanan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK).

Sejumlah rumah sakit di Sleman telah disiapkan sebagai rujukan untuk penanganan emergency maternal, yaitu RSUP Dr. Sardjito, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSA UGM, RSKIA Sadewa, RSU Sakina Idaman, serta RSU PKU Muhammadiyah Gamping.

“Masing-masing Puskesmas juga sudah punya data terkait jumlah ibu hamil yang hari perkiraan lahirnya jatuh pada libur lebaran. Kami akan mengumpulkan data-data itu sewaktu monitoring dan evaluasi sebelum hari raya,” kata Dedi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Depok III, Erna Sofiana, menjelaskan bahwa Puskesmas Depok III tidak termasuk puskesmas rawat inap sehingga tidak membuka layanan 24 jam.

Ia mengimbau masyarakat untuk memperhatikan jenis layanan puskesmas yang akan dituju agar penanganan pasien dapat dilakukan lebih efisien.

“Kalau kami kan berada di wilayah perkotaan, kanan dan kiri juga sudah ada rumah sakit 24 jam yang punya UGD. Kalau buka 24 jam, SDM kami yang tidak ada,” kata Erna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news