Distribusi MBG Molor hingga Malam, BGN Hentikan 2 SPPG di Sulsel

2 hours ago 1
Distribusi MBG Molor hingga Malam, BGN Hentikan 2 SPPG di SulselIlustrasi SPPG (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dua dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan setelah terjadi keterlambatan distribusi makanan hingga malam hari.

Keputusan ini diambil menyusul laporan publik dan investigasi awal terkait dugaan kelalaian dalam proses pengendalian mutu serta kesiapan distribusi.

Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dihentikan operasionalnya yakni SPPG Makassar Biringkanaya Sudiang 2 dan SPPG Pangkajene dan Kepulauan Bungoro Samalewa 1.

Penghentian sementara mulai berlaku 16 Maret 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan, sembari menunggu hasil investigasi lebih lanjut setelah menerima aduan masyarakat.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan pihaknya tidak mentolerir gangguan dalam pelaksanaan program MBG karena menyangkut layanan langsung kepada siswa sebagai penerima manfaat.

“Program MBG adalah program strategis negara yang menyangkut kepercayaan masyarakat. Karena itu setiap pelaksana wajib menjalankan SOP secara disiplin, terutama terkait keamanan pangan dan ketepatan distribusi,” ujar Nanik dalam keterangannya, Minggu (15/03).

Berdasarkan hasil pemantauan awal, keterlambatan distribusi dipicu oleh ketidaksiapan bahan baku dari pemasok serta proses pengemasan yang tidak berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kondisi tersebut menyebabkan paket makanan untuk sejumlah sekolah terlambat dikirim, bahkan dalam salah satu kejadian distribusi baru dilakukan hingga malam hari.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan, menjelaskan bahwa tim pengawas menemukan proses pengendalian mutu dan persiapan distribusi belum berjalan optimal.

“Temuan awal menunjukkan pengendalian mutu serta kesiapan distribusi belum dilakukan secara maksimal sehingga pengiriman paket MBG kepada sekolah penerima manfaat mengalami keterlambatan,” kata Rudi.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah video keluhan terkait keterlambatan distribusi makanan diunggah di media sosial dan menyebar luas. Dalam salah satu kejadian, paket makanan bahkan tidak dapat diterima oleh pihak sekolah karena distribusi dilakukan saat gerbang sekolah telah ditutup.

BGN memastikan makanan yang tidak sempat disalurkan pada hari kejadian tidak didistribusikan kembali apabila berpotensi menurunkan kualitas.

“Sehingga gantinya, distribusi dilakukan pada hari berikutnya dengan mengganti bahan makanan yang sudah tidak layak digunakan,”

BGN juga menegaskan akan melakukan pembinaan serta evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur MBG di daerah agar kejadian serupa tidak kembali terulang dalam pelaksanaan program tersebut.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news