
Anggota DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara (depan, ketiga kiri) bersama pemateri dan peserta bedah buku Negara dan Darurat Digital, Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman Online berfoto bersama di Joglo Tursita, Pengasih, Kulonprogo, Jumat (26/6). / Harian Jogja - Khairul Ma'arif
KULONPROGO—DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus menularkan semangat literasi kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan yang digelar berupa bedah buku berjudul Negara dan Darurat Digital, Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman Online di Joglo Tursita, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Jumat (26/6).
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dari berbagai kalangan diberikan pemahaman literasi terkait dunia digital agar tidak terjerumus ke dalam praktik judi online (judol) maupun pinjaman online (pinjol).
Editor buku Negara dan Darurat Digital, Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman Online, Aminuddin, mengingatkan pentingnya kepekaan dan kepedulian dalam lingkungan keluarga. Ia mengimbau para orang tua agar tidak mengabaikan perubahan perilaku anak maupun anggota keluarga yang mencurigakan.
"Ketika anak mulai bertingkah aneh, misalnya masih SMA tetapi mencoba berutang ke sana-sini, atau malam-malam terdengar istilah mau top up atau deposit, itu perlu dicurigai. Di sinilah pentingnya peran dan kepedulian kita sebagai orang tua," ujar Aminuddin.
Ia menambahkan, komunikasi yang sehat di dalam keluarga juga menjadi benteng penting. Memberikan ruang bagi suami atau anggota keluarga untuk bersosialisasi secara positif, seperti ngopi atau memancing bersama rekan kerja, dapat menjadi alternatif dalam menghadapi stres dibandingkan beralih ke judi online. Menurutnya, cara tersebut jauh lebih baik daripada memendam masalah sendirian, yang kerap berujung pada godaan mengakses iklan judol maupun pinjol di ponsel.
Anggota DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara, menekankan bahwa salah satu langkah awal membentengi diri dari dampak negatif dunia digital, seperti judol dan pinjol ilegal, adalah dengan mengelola emosi. Salah satunya melalui kebiasaan menulis jurnal harian.
Menurutnya, masyarakat perlu mulai mengalihkan kebiasaan menulis status singkat di media sosial menjadi tulisan yang lebih bermakna di buku. Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat memicu kembali minat baca dan tulis di lingkungan keluarga.
Ika menambahkan, kehadiran para wakil rakyat dan instansi daerah di tengah masyarakat didorong oleh kondisi literasi nasional yang masih menghadapi berbagai tantangan. Meski demikian, DIY berhasil mencatatkan prestasi membanggakan di bidang literasi.
"Alhamdulillah, pada 2025 DIY meraih peringkat tertinggi se-Indonesia untuk tingkat literasi, mencapai angka 79,9 persen. Ini berkat kerja keras DPAD DIY dan meningkatnya kesadaran literasi Anda semua," ujarnya.
Tepat Sasaran
Sementara itu, Pustakawan Ahli Muda DPAD DIY, Fajar Nugraha, menjelaskan program bedah buku sengaja dirancang agar langsung menyentuh lapisan masyarakat sehingga edukasi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
"Tujuan kami adalah menyebarkan dan meningkatkan literasi di masyarakat. Dengan membagikan buku secara gratis, kami berharap masyarakat memiliki bahan bacaan berkualitas di rumah sehingga keterbatasan daya beli buku dapat teratasi," kata Fajar.
DPAD DIY juga terus mendorong pemanfaatan teknologi secara positif melalui aplikasi perpustakaan digital daerah.
"Kami juga menyosialisasikan iJogja, aplikasi perpustakaan digital resmi milik Pemda DIY yang bisa diakses gratis melalui ponsel. Jadi, membaca buku kini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja," ujarnya.
Praktisi Guntur Yudhianto menilai transaksi judi online yang nilainya telah mencapai triliunan rupiah menunjukkan kondisi yang sudah berada pada tahap darurat dan menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, pemerintah telah berupaya maksimal menyediakan berbagai ruang aktivitas positif agar masyarakat tidak terjerat praktik digital tersebut.
Ia berharap sinergi antara legislatif, instansi perpustakaan, praktisi, serta peran aktif keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat dapat menjadi kekuatan utama untuk mencegah semakin meluasnya praktik judi online dan pinjaman online ilegal. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
2

















































