Fenomena Air Panas Bergelembung di Sutera Pessel Belum Terungkap, Pemerintah Tunggu Penelitian

3 weeks ago 30

TARUNA - hayati

KLIKPOSITIF- Fenomena munculnya gelembung air panas di halaman rumah warga di Sumatera Barat hingga kini masih menjadi tanda tanya. Pemerintah setempat menyebut belum ada penelitian ilmiah yang memastikan penyebab kejadian tersebut.

Camat Kecamatan Sutera, Iwal, mengatakan fenomena yang terjadi di Nagari Amping Parak itu telah dikoordinasikan dengan sejumlah pihak terkait. Namun sampai saat ini belum ada penelitian langsung dari instansi berwenang.

Baca Juga

semburan air panas

Menurutnya, pihak kecamatan masih menunggu tindak lanjut dari Dinas ESDM Sumbar setelah sebelumnya laporan disampaikan ke beberapa instansi pemerintah daerah. Ia menambahkan, fenomena tersebut merupakan kejadian pertama yang dilaporkan di wilayah itu.

“Kami sudah melapor ke Dinas Perkimtan- LH, dan Kabag Perekonomian dan diminta segera bersurat ke ESDM agar bisa dipastikan penyebabnya. Informasi dari nagari, kejadian seperti ini belum pernah ada sebelumnya,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kecamatan telah menyarankan pemilik rumah untuk sementara pindah ke lokasi yang lebih aman sampai ada hasil penelitian resmi. Hal itu dilakukan guna menghindari potensi risiko yang belum diketahui.

“Ya, tadi sudah kita sarankan. Jika was-was untuk sementara pindah dulu, sampai ada hasil penelitian,” jelasnya.

Pemilik rumah, Rosi (40), mengaku gelembung air panas pertama kali terlihat sekitar 20 hari lalu. Awalnya berukuran kecil, tetapi dalam beberapa hari terakhir gelembung membesar dan suhu air terasa semakin panas.

“Awalnya kecil saja, sekarang makin besar dan panasnya meningkat. Lokasinya hanya sekitar tiga meter dari rumah dan tepat di bawah tiang listrik, jadi kami cukup khawatir,” terangnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan tokoh masyarakat setempat, Suardi. Ia sempat melakukan uji sederhana dengan merendam telur di air tersebut. Hasilnya, telur matang dalam waktu sekitar lima menit.

“Telur saya rendam sekitar lima menit dan sudah matang. Itu menandakan airnya memang cukup panas,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah segera melakukan penelitian untuk memastikan penyebab fenomena tersebut sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news