Harianjogja.com, BANDUNG—Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyarankan para pemudik untuk melintasi Jalur Nagreg pada Senin dan Selasa, 16-17 Maret 2026.
Langkah ini direkomendasikan guna meminimalisir risiko terjebak kepadatan lalu lintas yang kerap mengular di titik krusial Jawa Barat tersebut.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, menjelaskan bahwa arus kendaraan pada dua hari tersebut diprediksi akan melandai jika dibandingkan dengan puncak kepadatan di akhir pekan.
Strategi mencuri waktu lebih awal ini dinilai efektif bagi masyarakat yang memiliki fleksibilitas jadwal perjalanan menuju kampung halaman.
"Jika memang memiliki waktu mudik cukup luang, mudik ketika orang lain tidak memiliki waktu mudik yang sama bisa jadi pilihan. Misalkan prediksi kami Senin dan Selasa ada penurunan volume kendaraan, jadi silakan itu bisa jadi pilihan mudik bersama ke kampung halaman," ujar Eric saat ditemui di Pos Pengamanan Jalur Nagreg, Minggu (15/3/2026).
Pemilihan waktu yang tepat ini bukan sekadar soal kelancaran, melainkan juga faktor krusial untuk menekan angka kecelakaan akibat kelelahan fisik pemudik saat terjebak kemacetan panjang.
Berdasarkan data terbaru hingga Minggu petang, tercatat sekitar 43.000 kendaraan telah melintasi Nagreg, meningkat dari hari Sabtu yang mencapai 39.000 unit dalam 24 jam.
Lonjakan trafik ini mencatatkan kenaikan signifikan hingga 44 persen dibandingkan periode H-6 Lebaran tahun 2025. Mengingat perhitungan volume kendaraan masih terus berjalan, angka tersebut diprediksi akan terus membengkak seiring mendekatinya hari raya.
Sebagai Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran, Eric mengingatkan bahwa persiapan teknis kendaraan menjadi syarat mutlak sebelum menempuh jalur selatan.
Pemudik wajib memastikan seluruh komponen vital mulai dari performa mesin, kondisi kaki-kaki, kelaikan ban, sistem pencahayaan, hingga fungsi pengereman berada dalam kondisi prima.
"Mohon buat masyarakat sebelum kita melaksanakan ritual mudik melakukan perjalanan betul-betul kondisi kendaraan diperiksa baik itu kondisi mesin, ban dan juga rem, juga alat tambahan yang wajib ada pada kendaraan seperti dongkrak, apar, safety belt, itu betul-betul harus diperiksa agar semuanya berfungsi dengan baik. Fisik juga harus diperhatikan jangan memaksakan diri kalau lelah, segera istirahat," pungkasnya.
Guna mendukung kenyamanan tersebut, sejumlah posko bersama telah disiagakan di sepanjang lintasan Nagreg sebagai tempat peristirahatan sementara bagi pengendara yang mulai merasa letih.
Fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat untuk memulihkan stamina sebelum kembali melanjutkan sisa perjalanan agar tetap aman dan selamat hingga sampai di tujuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

2 hours ago
2

















































