
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, TOKYO—Gempa bumi kuat dengan magnitudo 7,2 mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Kamis (25/6/2026) pagi. Getaran yang terjadi sekitar pukul 07.30 waktu setempat itu menyebabkan sedikitnya empat orang mengalami luka ringan, serta mengganggu aktivitas transportasi dan pendidikan di sejumlah wilayah.
Badan Meteorologi Jepang menyebut gempa berpusat di lepas pantai Prefektur Iwate dengan kedalaman sekitar 44 kilometer. Meski berkekuatan besar, gempa ini tidak memicu peringatan tsunami.
Guncangan terasa sangat kuat di beberapa wilayah. Di Hashikami, Prefektur Aomori, intensitas gempa mencapai level 6 atas pada skala intensitas seismik Jepang. Sementara di Hachinohe tercatat pada level 6 bawah. Pada level tersebut, seseorang umumnya sulit berdiri tanpa merangkak, dan benda-benda di dalam ruangan berpotensi jatuh atau bergeser.
Dinas pemadam kebakaran setempat melaporkan empat orang, termasuk seorang remaja dan warga berusia 50-an, mengalami luka ringan dan telah dilarikan ke rumah sakit.
Dampak gempa juga dirasakan di sektor pendidikan. Seluruh sekolah di Hashikami ditutup sementara, sementara di Hachinohe sebanyak 65 sekolah juga menghentikan kegiatan belajar mengajar demi alasan keselamatan.
Selain itu, layanan kereta cepat Tohoku Shinkansen sempat dihentikan pada rute Tokyo hingga Shin-Aomori. Namun, operator JR East memastikan seluruh layanan telah kembali normal pada pukul 14.00 waktu setempat setelah dilakukan pemeriksaan jalur.
Getaran gempa turut dirasakan hingga wilayah luas, termasuk Hokkaido, Akita, Fukushima, Miyagi, Yamagata, hingga Tokyo dan sekitarnya.
Meski demikian, operator pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang memastikan tidak ada anomali yang terdeteksi di sejumlah fasilitas, termasuk PLTN Fukushima Daiichi, Fukushima Daini, Higashidori, dan Onagawa.
Pemerintah Jepang melalui Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan tengah mengumpulkan informasi untuk menilai dampak gempa secara menyeluruh.
Sementara itu, Badan Meteorologi Jepang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dengan intensitas kuat dalam beberapa hari ke depan. Namun, lembaga tersebut tidak mengeluarkan peringatan gempa besar lanjutan karena tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Gempa ini sebelumnya sempat dilaporkan berkekuatan 6,9 magnitudo dengan kedalaman 50 kilometer, namun kemudian direvisi menjadi 7,2 magnitudo setelah analisis lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
1

















































