Gempa Mag 7,4 Jepang: Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban

6 hours ago 7

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Luar Negeri memastikan belum ada WNI yang menjadi korban dalam gempa bermagnitudo 7,4 dan tsunami yang melanda Jepang utara pada Senin sore waktu setempat. Kemlu melalui KBRI Tokyo terus memantau kondisi WNI di wilayah terdampak, terutama di Prefektur Aomori, Iwate, dan sebagian Hokkaido.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan hingga kini belum ada laporan WNI terdampak gempa. Ia menegaskan KBRI Tokyo tetap berkomunikasi intensif dengan simpul-simpul diaspora Indonesia di daerah yang terdampak.

WNI di Aomori, Iwate, dan Hokkaido diimbau terus mengikuti peringatan tsunami dan instruksi evakuasi dari otoritas setempat. Untuk keadaan darurat, Kemlu menyediakan hotline KBRI Tokyo di +81-80-3506-8612 dan +81-80-4940-7419.

Gempa itu terjadi pada pukul 07:52 GMT atau 14:52 WIB, dengan episentrum sekitar 71 kilometer dari Kota Miyako, Prefektur Iwate, menurut USGS. Pemerintah Jepang juga mengeluarkan peringatan tsunami untuk Aomori, Hokkaido, dan Iwate, serta sempat menangguhkan layanan kereta cepat Tokyo-Aomori.

Pemerintah Jepang menyebut tidak ada situasi abnormal yang terdeteksi di pembangkit listrik tenaga nuklir di Aomori dan Miyagi.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah utara Jepang pada Senin (20/4/2026) dan langsung memicu peringatan tsunami di sejumlah prefektur pesisir. Badan Meteorologi Jepang mengingatkan potensi gelombang setinggi hingga 3 meter di Iwate, Aomori, dan Hokkaido.

Getaran kuat itu terjadi pada pukul 16.53 waktu setempat atau 14.53 WIB di perairan Pasifik lepas pantai utara Prefektur Iwate. Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer, sekitar 100 kilometer dari pesisir Sanriku.

Melansir Channel News Asia, gempa ini menjadi perhatian karena guncangannya terasa jauh dari episentrum. Menurut NHK, intensitas gempa tercatat 5+ pada skala seismik Jepang, sementara getaran juga menggoyang gedung-gedung besar di Tokyo.

Masih menurut NHK, operator kereta cepat Tohoku Shinkansen menghentikan sementara layanan pada rute Stasiun Tokyo hingga Stasiun Shin-Aomori. Langkah itu diambil sebagai antisipasi terhadap dampak lanjutan dari gempa.

Selain itu dilaporkan gempa mencapai intensitas “upper 5” pada skala seismik Jepang. Pada level ini, pergerakan manusia bisa menjadi sulit dan dinding beton tanpa penguat dalam banyak kasus berpotensi runtuh.

Jepang merupakan salah satu negara yang paling sering terdampak aktivitas seismik karena lokasinya yang berada di jalur Cincin Api Pasifik, di mana pertemuan beberapa lempeng tektonik besar sering kali memicu gempa bumi dahsyat dengan kekuatan magnitudo tinggi.

Salah satu peristiwa paling tragis dalam sejarah modern adalah gempa bumi Great East Japan pada 11 Maret 2011 yang berkekuatan 9,0 M_w, yang memicu gelombang tsunami raksasa setinggi lebih dari 40 meter di beberapa titik pesisir Tohoku.

Bencana ganda tersebut tidak hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang masif dan korban jiwa mencapai belasan ribu orang, tetapi juga memicu krisis nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news