
Kantor Google - ist/techcrunch
Harianjogja.com, JOGJA— Google kembali serius menggarap sektor layanan keuangan digital. Setelah lebih dari satu dekade tanpa aplikasi mandiri, Google resmi meluncurkan versi baru Google Finance yang kini diperkuat teknologi kecerdasan buatan (AI) dan tersedia secara global mulai 26 Juni 2026.
Peluncuran ini menandai kebangkitan layanan yang sempat kehilangan aplikasi Android pada 2015. Kini, Google Finance hadir kembali sebagai aplikasi terpisah untuk perangkat Android, sekaligus membawa berbagai fitur AI yang dirancang membantu pengguna memahami pasar keuangan dan mengelola investasi dengan lebih mudah.
Google Finance Keluar dari Masa Beta
Layanan baru ini sebelumnya menjalani masa uji coba sejak Agustus 2025. Setelah hampir setahun pengembangan, Google akhirnya merilis versi finalnya secara global.
Berbeda dengan versi sebelumnya yang lebih banyak diakses melalui browser, pengguna kini dapat mengunduh aplikasi Google Finance langsung melalui perangkat Android.
Sementara itu, pengguna iPhone masih harus menunggu lebih lama. Google mengonfirmasi versi iOS akan diluncurkan pada akhir 2026.
Hadir dengan Tampilan Material 3 Expressive
Aplikasi baru Google Finance mengusung desain Material 3 Expressive yang menjadi bahasa desain terbaru Google.
Antarmuka tersebut menawarkan tampilan yang lebih modern dengan navigasi sederhana dan fokus pada informasi penting.
Pengguna dapat memantau data pasar secara real-time, mengikuti berita keuangan terbaru, serta mengakses berbagai alat analisis investasi dalam satu dasbor terintegrasi.
AI Jadi Senjata Utama
Perubahan terbesar pada Google Finance terletak pada integrasi kecerdasan buatan yang kini hadir hampir di seluruh fitur.
Google menghadirkan tombol "Ask" yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari.
Misalnya, pengguna dapat menanyakan alasan kenaikan atau penurunan harga suatu saham tanpa harus membaca laporan keuangan yang rumit.
AI kemudian akan menganalisis data pasar dan memberikan ringkasan penjelasan dalam format yang lebih mudah dipahami.
Kelola Portofolio dengan Bantuan AI
Salah satu fitur unggulan yang diperkenalkan adalah Portfolios.
Fitur ini memungkinkan investor mengelola seluruh aset investasi dalam satu tempat.
Pengguna dapat mengunggah dokumen PDF maupun CSV yang berisi data investasi. Selain itu, mereka juga bisa menjelaskan kepemilikan aset melalui chatbot AI untuk membangun portofolio secara otomatis.
Dengan pendekatan tersebut, Google berupaya menyederhanakan proses pencatatan investasi yang selama ini sering dilakukan secara manual.
AI Bisa Jadi Asisten Investor
Google juga memperkenalkan kemampuan Agentic AI Tasks.
Melalui fitur ini, pengguna dapat memberikan tugas tertentu kepada AI, seperti membuat ringkasan pasar harian sebelum pembukaan bursa atau memantau perkembangan saham tertentu.
Fitur lain yang cukup menarik adalah Key Moments.
Layanan ini dirancang untuk menjelaskan pergerakan harga saham secara real-time, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi kenaikan maupun penurunan harga suatu aset.
Dengan demikian, investor tidak hanya melihat perubahan angka, tetapi juga memperoleh konteks yang membantu memahami kondisi pasar.
Google Ingatkan Risiko Halusinasi AI
Meski mengandalkan AI sebagai fitur utama, Google tetap memberikan peringatan kepada pengguna.
Perusahaan mengakui bahwa sistem AI masih berpotensi menghasilkan kesalahan atau informasi yang tidak akurat, yang sering disebut sebagai halusinasi AI.
Karena itu, seluruh analisis yang diberikan AI hanya ditujukan sebagai informasi tambahan dan bukan rekomendasi investasi.
Google mengimbau pengguna untuk tetap melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima serta berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi.
Siap Tantang Aplikasi Keuangan Lain
Kehadiran kembali Google Finance sebagai aplikasi mandiri menunjukkan ambisi Google untuk kembali bersaing di pasar layanan keuangan digital.
Dengan kombinasi data pasar real-time, pengelolaan portofolio, dan fitur AI yang semakin canggih, Google Finance berpotensi menjadi alternatif bagi investor yang selama ini menggunakan aplikasi keuangan lain untuk memantau dan mengelola investasinya.
Peluncuran ini sekaligus menjadi bukti bahwa kecerdasan buatan kini semakin terintegrasi ke dalam layanan keuangan sehari-hari, mulai dari analisis pasar hingga pengambilan keputusan investasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
3

















































