Jumali Jum'at, 26 Juni 2026 08:27 WIB

Ilustrasi balapan Formula 1 - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Formula One (F1) GP Austria 2026 yang berlangsung pada 26-28 Juni menjadi salah satu momen paling penting musim ini bagi Red Bull Racing. Tim yang bermarkas di Milton Keynes itu membawa paket pembaruan terbesar sejak GP Miami dengan harapan mampu meningkatkan performa RB22 dan memperkecil jarak dengan para pesaing di papan atas.
Balapan di Red Bull Ring juga memiliki arti khusus karena menjadi seri kandang bagi Red Bull sekaligus salah satu sirkuit favorit Max Verstappen. Pembalap asal Belanda tersebut tercatat telah meraih empat kemenangan di lintasan yang berada di Spielberg itu.
Upgrade terbaru difokuskan pada peningkatan performa keseluruhan mobil, termasuk upaya mengurangi bobot RB22 yang selama musim 2026 menjadi salah satu kendala utama tim. Setelah pembaruan yang diperkenalkan di Miami, mobil Red Bull masih berada di atas batas berat minimum yang diizinkan regulasi.
Melalui paket terbaru ini, Red Bull berharap dapat menurunkan bobot mobil hingga mendekati atau mencapai batas minimum untuk pertama kalinya musim ini. Langkah tersebut diyakini dapat membantu meningkatkan kecepatan dan efisiensi RB22 di berbagai karakter lintasan.
Verstappen mengaku antusias menyambut pembaruan tersebut menjelang balapan kandang timnya.
"Austria tentu saja merupakan Grand Prix kandang bagi tim. Ini adalah trek yang bagus bagi saya di masa lalu dan kami memiliki kenangan yang sangat baik di sana," kata Verstappen dikutip dari Grandprix247.
"Kami membawa paket baru, jadi sangat menarik untuk melihat seberapa besar peningkatan waktu putaran yang bisa kami dapatkan," lanjutnya.
Meski begitu, perjalanan Red Bull sepanjang musim ini belum berjalan sesuai harapan. Verstappen sempat gagal finis di GP Monako sebelum bangkit dengan meraih podium ketiga di Kanada dan finis keempat di Barcelona.
Pembalap berusia 28 tahun itu bahkan sempat menyebut Red Bull saat ini berada di posisi "tim keempat" dalam urutan kekuatan grid. Di klasemen sementara, Verstappen menempati posisi ketujuh dengan 55 poin dan tertinggal lebih dari 100 poin dari pemimpin klasemen Andrea Kimi Antonelli.
Karakteristik Red Bull Ring dinilai akan menjadi ujian yang tepat bagi efektivitas upgrade terbaru. Sirkuit tersebut memiliki kombinasi tikungan cepat, tikungan lambat, zona pengereman keras, serta tuntutan traksi yang tinggi.
Menurut Verstappen, keseimbangan mobil akan menjadi faktor penentu hasil akhir.
"Ini adalah trek yang sangat menarik, dan semua tikungannya cukup berbeda, jadi sangat penting untuk mendapatkan keseimbangan yang baik dari mobil," ujarnya.
Sementara itu, Team Principal Red Bull Laurent Mekies meminta publik tidak berharap bahwa satu paket pembaruan akan langsung menghapus seluruh ketertinggalan tim.
"Tidak ada keraguan bahwa paket Austria saja tidak akan cukup. Kami tahu kami masih membutuhkan beberapa langkah lagi," kata Mekies.
Menurutnya, target utama tim adalah mempertahankan tren peningkatan performa yang telah terlihat sejak awal musim dan terus memperkecil jarak dengan rival-rival utama.
Mekies juga mengakui bahwa Red Bull masih memiliki pekerjaan rumah di berbagai aspek, mulai dari performa sasis, unit daya, hingga efisiensi mobil di tikungan kecepatan menengah dan tinggi.
Meski demikian, optimisme datang dari penasihat senior Red Bull, Helmut Marko. Ia menilai pembaruan yang dibawa ke Austria berpotensi memberikan peningkatan performa yang signifikan.
Marko bahkan menyebut Red Bull berpeluang menurunkan mobil dengan berat minimum untuk pertama kalinya musim ini. Menurutnya, pada fase akhir regulasi saat ini, pengembangan mobil masih bisa menghasilkan peningkatan performa hingga setengah detik per putaran.
Dengan berbagai perubahan tersebut, GP Austria akan menjadi tolok ukur penting bagi Red Bull dalam menentukan arah pengembangan sepanjang sisa musim. Bagi Verstappen, balapan kandang tim menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa RB22 masih mampu bersaing di barisan depan dan kembali menantang para rival dalam perebutan kemenangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
1

















































