GPM dan Operasi Pasar Efektif, Inflasi Sumbar Hanya 0,04 Persen

7 hours ago 2

Hayati Sumbar

KLIKPOSITIF- Laju inflasi di Sumatera Barat pada Maret 2026 berhasil ditekan di tengah momen Ramadan dan Idulfitri. Kombinasi operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Bank Indonesia bersama Bulog dan pemerintah daerah terbukti efektif menjaga stabilitas harga.

Berdasarkan data terbaru, Indeks Harga Konsumen (IHK) Sumbar hanya mencatat inflasi sebesar 0,04 persen secara bulanan (mtm). Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,41 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, menyebut keberhasilan ini didorong langkah pengendalian harga yang masif selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Mulai dari sidak hingga operasi pasar dan GPM mampu menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, serta kelancaran distribusi,” ujarnya melalui keterangan pers yang diterima, Kamis (2/4/2026).

Meski terkendali, tekanan inflasi masih datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kenaikan harga daging ayam ras, jengkol, dan ikan tongkol menjadi penyumbang utama, seiring meningkatnya permintaan selama Ramadan.

Daging ayam ras tercatat naik 3,35 persen, jengkol melonjak 22,24 persen, dan ikan tongkol 8,94 persen. Selain itu, penyesuaian harga BBM nonsubsidi juga mendorong inflasi, dengan bensin naik 0,68 persen.

Namun tekanan tersebut tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Cabai merah menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan penurunan -11,12 persen, diikuti bawang merah -3,06 persen dan beras -0,38 persen.

Penurunan juga terjadi pada emas perhiasan (-5,91 persen) dan tarif angkutan udara (-9,92 persen). Sementara itu, harga tomat anjlok hingga -24,90 persen seiring masuknya masa panen.

Secara wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Dharmasraya sebesar 0,44 persen, disusul Bukittinggi 0,16 persen. Sebaliknya, Kota Padang dan Pasaman Barat mengalami deflasi masing-masing -0,02 persen dan -0,05 persen.

Secara tahunan, inflasi Sumbar tetap dalam target nasional. Hingga Maret 2026, tercatat deflasi 0,82 persen (ytd) dan inflasi tahunan 3,37 persen (yoy).

Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan memperkuat sinergi melalui operasi pasar, kerja sama antar daerah, serta peningkatan produktivitas pertanian.

Meski diperkirakan tetap terkendali, risiko global dan cuaca ekstrem tetap diwaspadai karena berpotensi mengganggu pasokan dan memicu kenaikan harga.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news