Foto ilustrasi. Pekerja menata tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) di salah satu agen LPG di Jakarta, belum lama ini. Bisnis - Suselo Jati
Harianjogja.com, JOGJA—PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga pada sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi termasuk Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional JBT, Taufiq Kurniawan, menjelaskan penyesuaian harga BBM dan LPG mulai 18 April 2026 dilakukan sesuai ketentuan Kepmen ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022, dimana harga BBM non-subsidi mengikuti pergerakan harga minyak dunia, kurs dolar, serta dievaluasi secara berkala.
"Penyesuaian harga hanya berlaku untuk produk sebagian kecil dari LPG non-subsidi dengan konsumsi 0,5%-4%. Sementara produk LPG 3 kg tidak mengalami perubahan harga," ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Ia menjelaskan konsumsi LPG di wilayah Jawa Tengah dan DIY mencapai kurang lebih 4.215 Metrik Ton (MT) per hari. Dari total konsumsi tersebut, konsumen LPG 3 kg mencapai 95%-96% dengan harga tetap.
Sementara LPG non subsidi yang mengalami penyesuaian harga, Bright Gas 5,5 kg dikonsumsi sekitar 0,5%-1% konsumen, Bright Gas 12 kg dikonsumsi sekitar 2,5%–4% konsumen, dan LPG 50 kg dikonsumsi sekitar 1%-2% konsumen.
"Mayoritas konsumsi masih didominasi oleh produk yang tidak mengalami perubahan harga serta BBM/LPG subsidi, sehingga dampak terhadap masyarakat luas relatif tidak signifikan," jelasnya.
Taufiq menjelaskan, terkait stok per 18 April 2026, khusus untuk LPG baik subsidi dan non subsidi mencapai 17.655 MT, menunjukkan ketahanan stok 4,5 kali lipat konsumsi normal. Sementara stok tambahan di Balongan, Indramayu, dan Gresik ke Jawa Tengah diluar stok tersebut.
Kemudian, BBM Gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Green, Pertamax Turbo) total stoknya mencapai 207.367 Kilo Liter (KL), ketahanan Stok 10,5 kali lipat konsumsi normal.
"BBM Gasoil (Biosolar, Pertamina dex) total stok 97.949 KL, ketahanan stok 14,2 kali lipat konsumsi normal," lanjutnya.
Daftar Harga BBM di DIY
Mengutip laman resmi Pertamina khusus di DIY per 18 April 2026, berikut rincian harga BBM:
- Pertamax: Rp12.300 per liter
2. Pertamax Turbo: Rp19.400 per liter
3. Dexlite: Rp23.600 per liter
4. Pertamina Dex: Rp23.900 per liter
5. Pertamax Green: Rp12.900 per liter
6. Pertalite (subsidi): Rp10.000 per liter
7. Biosolar (subsidi): Rp6.800 per liter
Daftar LPG dan Perubahannya
Berikut gambaran produk LPG yang mengalami penyesuaian dan yang tidak:
- LPG 3 kg (subsidi): tetap (digunakan 95%–96% konsumen)
2. Bright Gas 5,5 kg: mengalami penyesuaian (0,5%–1% konsumen)
3. Bright Gas 12 kg: mengalami penyesuaian (2,5%–4% konsumen)
4. LPG 50 kg: mengalami penyesuaian (1%–2% konsumen)
Melansir dari JIBI/Bisnis.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan harga LPG 3 kg tidak akan naik. Dia menuturkan, pemerintah bakal menjamin harga gas melon subsidi itu tetap di bawah HET karena LPG 3 kg diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu.
"Kalau yang subsidi [harga] tetap. Saya hanya bisa menjamin harga subsidi. Karena itu adalah perintah presiden dan perintah juga aturan," ucap Bahlil.
Sementara itu, Bahlil belum bisa memastikan kalau harga LPG 12 kg nonsubsidi bakal stabil. Dia menyebut, harga LPG nonsubsidi bakal mengikuti dinamika pasar.
Dia pun meyakini bahwa masyarakat mampu yang mengonsumsi LPG 12 kg tidak akan merasa tertekan. Pasalnya, penghasilan mereka sudah tinggi. Bahlil lantas meminta agar masyarakat mampu tidak beralih menggunakan LPG 3 kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

3 hours ago
2

















































