Hasto Gerak Cepat, Yuni Astuti Dukung Penutupan Daycare Ilegal Jogja

7 hours ago 3

Hasto Gerak Cepat, Yuni Astuti Dukung Penutupan Daycare Ilegal Jogja Tokoh perempuan DIY sekaligus politikus Partai Gerindra, Yuni Astuti. - Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha Daycare memicu langkah tegas Pemerintah Kota Yogyakarta. Pemkot memastikan akan menertibkan seluruh daycare ilegal sekaligus memperkuat perlindungan anak melalui pendampingan psikologis bagi korban dan orang tua.

Respons cepat itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang mengungkap bahwa daycare tersebut beroperasi tanpa izin resmi. Temuan ini mendorong instruksi penyisiran menyeluruh terhadap seluruh layanan penitipan anak di Kota Jogja.

Langkah tegas Pemkot Jogja ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh perempuan DIY, Yuni Astuti. Ia mengapresiasi kebijakan penutupan daycare ilegal sebagai upaya memutus rantai kekerasan terhadap anak.

“Saya mengapresiasi dan mendukung langkah strategis yang dilakukan oleh Pak Wali Kota Hasto Wardoyo dalam penanganan kasus daycare itu. Langkah tegas memang harus dilakukan yakni menutup daycare-daycare yang tak berizin,” ucap Yuni, Senin (27/4/2026).

Politisi Partai Gerindra tersebut menekankan pentingnya perlindungan anak sebagai investasi masa depan bangsa. Ia juga mendorong penegakan hukum yang transparan dan tegas agar kasus serupa tidak terulang.

“Anak-anak ini adalah masa depan kita. Besok ke depannya mereka yang akan melanjutkan negara Indonesia ini. Jangan sampai anak-anak ini jadi korban. Kasus dugaan kekerasan ini harus diusut tuntas dan pelakunya dihukum berat agar peristiwa serupa tak terjadi lagi,” ungkapnya.

Sebagai seorang ibu, Yuni mengaku turut merasakan luka mendalam atas peristiwa tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendampingi para orang tua korban dalam memperjuangkan keadilan.

“Saya sebagai seorang perempuan dan juga seorang ibu tentu merasa sakit hati dan marah mendengar kejadian di daycare Little Aresha itu. Tentu saya akan berdiri di samping para orang tua yang sedang berjuang memperjuangkan keadilan bagi anak-anaknya dan saya siap memberikan dukungan,” imbuh Yuni.

Ia juga menilai program pendampingan psikologis yang disiapkan Pemkot merupakan langkah tepat untuk memulihkan trauma anak dan keluarga korban, mengingat dampak emosional yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan anak tetapi juga orang tua yang merasa kepercayaan mereka dikhianati.

“Orang tua ini juga pasti terkena dampak psikologis juga. Mereka sudah bekerja keras untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya tapi justru dikhianati oleh kepala yayasan dan pengasuh di daycare itu,” tegas Yuni.

“Pendampingan psikologis ini tentu dibutuhkan oleh anak dan orang tua yang menjadi korban. Harapan saya, dengan pendampingan psikologis ini bisa mengatasi trauma yang dialami anak dan orang tuanya,” tutup Yuni.

Pemkot menargetkan dalam waktu 48 jam seluruh data legalitas daycare sudah terpetakan secara lengkap. Hasto menegaskan, tidak ada toleransi bagi pengelola yang melanggar aturan karena aspek perizinan dan visitasi menjadi syarat utama menjamin keamanan anak.

“Paling lama dua hari kita sudah tahu semua status daycare yang ada di Kota Yogyakarta. Tanpa izin itu jelas ilegal, harus segera ditutup. Pasti [langsung ditutup yang tidak berizin], salah satu syarat izin kan divisitasi,” tegas Hasto.

Tidak hanya fokus pada penindakan administratif, Pemkot juga menyiapkan langkah pemulihan bagi korban. Tim lintas disiplin akan dibentuk untuk memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari psikolog anak, ahli gizi, hingga pakar pola asuh.

Pendampingan tersebut juga menyasar orang tua korban yang mengalami tekanan psikologis akibat peristiwa tersebut. Hasto menilai, kondisi emosional keluarga korban perlu ditangani serius agar proses pemulihan berjalan optimal.

“Kita segera membentuk tim untuk mendampingi anaknya, tentu butuh psikologi anak, butuh ahli gizi anak, butuh ahli parenting. Yang kedua, orang tua juga mengalami suatu, stres, terkejut, sehingga tadi menangis [saat] menyampaikan. Sehingga mereka juga menginginkan pendampingan psikologis,” terang Hasto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news