Ibu PKK Dusun Terbah Kulonprogo belajar AI untuk mendukung ekonomi dan literasi digital melalui pelatihan Universitas Negeri Yogyakarta. - Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Upaya penguatan literasi digital di tingkat desa mulai menyentuh kalangan ibu-ibu PKK di Dusun Terbah, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Melalui pelatihan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), warga didorong mampu memanfaatkan teknologi untuk aktivitas harian hingga pengembangan usaha kecil.
Program pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung pada 18–19 April 2026 dan digelar oleh Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Perkantoran, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kegiatan ini melibatkan tim dosen yang terdiri dari Rizki Pratama Johanis Paransa, S.M., M.A.B., Entus Nuryana Ahmad, M.I.Kom, Alfin Harits Norma Wildan, M.Pd., serta Marakhilda Namora Hana Siregar, M.A.
Kegiatan difokuskan pada edukasi dan pelatihan pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung aktivitas sehari-hari serta peluang produktivitas ekonomi warga, khususnya ibu-ibu PKK. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi digital.
Ketua peneliti, Rizki Pratama Johanis Paransa, S.M., M.A.B., menegaskan bahwa pengenalan teknologi AI di tingkat masyarakat tidak hanya sebatas pemahaman dasar, tetapi juga diarahkan pada pemanfaatan yang produktif.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap ibu-ibu PKK tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak dan produktif, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi dan komunikasi digital,” ujar Rizki Pratama Johanis Paransa, M.A.B.
Pelatihan praktik AI untuk aktivitas sehari-hari
Kegiatan ini turut menghadirkan pemateri Ridwan Nur Andriyanto, A.Md., yang memberikan pelatihan langsung mengenai penggunaan AI. Materi yang diberikan mencakup pembuatan konten digital, pencarian informasi, hingga pemanfaatan teknologi untuk promosi usaha rumahan.
Pendekatan praktik ini membuat peserta dapat langsung mencoba penggunaan AI dalam konteks sederhana yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari, terutama untuk mendukung kegiatan ekonomi keluarga.
Dukuh Terbah, Lia Hidayati, menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai pelatihan ini membuka wawasan baru bagi masyarakat desa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan wawasan baru bagi warga, khususnya ibu-ibu PKK, agar lebih melek teknologi dan tidak tertinggal di era digital saat ini,” kata Lia Hidayati.
Selama pelatihan berlangsung, peserta terlihat aktif mengikuti sesi praktik dan diskusi. Antusiasme warga menjadi salah satu indikator bahwa transformasi digital di tingkat desa mulai mendapat respons positif.
Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk peningkatan kemampuan digital masyarakat secara berkelanjutan. Fokus utamanya adalah mendorong kemandirian ekonomi berbasis teknologi di tingkat rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital hingga ke tingkat desa sebagai bagian dari kontribusi pendidikan tinggi terhadap masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
7
















































