IHSG Hari Ini Dibuka Melemah, Saham BBCA, BREN, dan BBRI Tekan Indeks

5 hours ago 4

IHSG Hari Ini Dibuka Melemah, Saham BBCA, BREN, dan BBRI Tekan Indeks

Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/3/2025). Antara /Sulthony Hasanuddin

Harianjogja.com, JAKARTA— IHSG hari ini mengawali perdagangan Senin (29/6/2026) di zona merah. Pelemahan indeks dipicu tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps), seperti BBCA, BREN, hingga BBRI, di tengah sikap pelaku pasar yang masih menunggu berbagai sentimen ekonomi domestik maupun global.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG turun 0,19% atau terkoreksi 11,17 poin ke level 5.884,96. Berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 09.02 WIB, nilai transaksi mencapai Rp452 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 602,2 juta saham. Sebanyak 219 saham menguat, 240 saham melemah, sedangkan 500 saham lainnya bergerak stagnan.

Tekanan terhadap IHSG hari ini terutama berasal dari pelemahan sejumlah emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 1,62% menjadi Rp6.075 per saham, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melemah 1,19% ke Rp3.310, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terkoreksi 0,70% ke Rp2.850, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 0,25% ke Rp3.980, serta PT Astra International Tbk. (ASII) melemah 0,63% menjadi Rp4.730 per saham.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, memperkirakan pergerakan IHSG masih berada dalam tren penurunan (downtrend) jangka menengah, meskipun sebelumnya sempat mengalami rebound dari level terendah 5.318 menuju 6.377.

Menurut Brigita, dari sisi analisis teknikal belum terbentuk break of structure di atas area swing high sebelumnya. Selain itu, posisi penutupan IHSG masih berada di bawah garis rata-rata pergerakan MA5, MA10, dan MA20.

Ia menambahkan, pelemahan histogram positif pada indikator MACD serta Stochastic RSI yang mulai bergerak di area pivot menunjukkan momentum penguatan pasar mulai terbatas. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan kembali menguji area support pada kisaran 5.700 hingga 5.800 sepanjang pekan ini.

"Selama support tersebut mampu dipertahankan, pergerakan indeks diperkirakan masih akan berkonsolidasi dalam kisaran 5.500–6.400," kata Brigita, Senin (29/6/2026).

Brigita menjelaskan perubahan tren menjadi bullish baru dapat terkonfirmasi apabila IHSG mampu menutup perdagangan mingguan di atas level 6.452. Selama level tersebut belum tercapai, setiap kenaikan indeks masih dikategorikan sebagai relief rally atau penguatan sementara di tengah tren penurunan.

Dari sisi sentimen pasar, investor masih cenderung mengambil posisi wait and see. Pelaku pasar akan mencermati berbagai data makroekonomi yang menjadi penentu arah pasar pada semester pertama 2026, mulai dari inflasi, neraca perdagangan, indeks kepercayaan konsumen, hingga keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia yang dijadwalkan pada pertengahan Juli mendatang.

Di sisi lain, pemerintah telah meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun melalui delapan program insentif guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II/2026. Pemerintah juga melanjutkan konsolidasi fiskal melalui berbagai langkah efisiensi anggaran, termasuk rencana penyesuaian alokasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penghematan subsidi energi, serta sejumlah reformasi kebijakan yang diharapkan dapat memperbaiki persepsi terhadap kondisi fiskal nasional.

Meski demikian, Brigita menilai pelaku pasar masih akan mengamati efektivitas implementasi berbagai kebijakan tersebut. Selain itu, penilaian lanjutan dari lembaga pemeringkat kredit serta arah arus modal asing diperkirakan tetap menjadi faktor utama yang akan memengaruhi pergerakan IHSG hari ini maupun dalam beberapa waktu ke depan.

"Pelaku pasar masih akan mencermati efektivitas implementasi kebijakan tersebut serta menunggu penilaian lanjutan dari lembaga pemeringkat kredit, sehingga arah arus modal asing diperkirakan tetap menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan pasar domestik," ujar Brigita.

Disclaimer: Informasi ini disusun sebagai pemberitaan dan bukan merupakan ajakan membeli maupun menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news