Harianjogja.com, JOGJA — Laju inflasi di DIY pada April 2026 tercatat melambat. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat inflasi bulanan (month-to-month/mtm) hanya sebesar 0,09%, turun signifikan dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 0,45%.
Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi DIY berada di level 2,46%, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 1,06%. Angka ini menunjukkan tekanan harga di wilayah DIY relatif terkendali meski masih terjadi fluktuasi pada sejumlah komoditas utama.
Plt Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran menjadi penyumbang inflasi terbesar secara bulanan dengan kenaikan 0,47% dan andil 0,04%.
“Peningkatan ini dipicu oleh naiknya harga nasi, lauk pauk, serta bakso siap santap,” jelasnya dalam paparan resmi, Senin (4/5/2026).
Minyak Goreng hingga BBM Picu Inflasi
Sejumlah komoditas tercatat memberikan andil signifikan terhadap inflasi April. Minyak goreng menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 0,03%, dipicu lonjakan harga akibat keterbatasan pasokan di tingkat distributor.
Selain itu, buncis dan bahan bakar rumah tangga masing-masing menyumbang 0,02%. Kenaikan harga bahan bakar ini berkaitan dengan penyesuaian harga BBM dan LPG non-subsidi yang mulai berlaku sejak 18 April 2026.
Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi adalah semangka dan telepon seluler, masing-masing dengan andil 0,02%.
Ayam dan Cabai Tekan Deflasi
Di sisi lain, sejumlah bahan pangan justru mengalami penurunan harga dan menjadi penyumbang deflasi. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat deflasi sebesar -0,19% dengan andil -0,05%.
Komoditas utama penyebab deflasi antara lain daging ayam ras (-0,10%), cabai rawit (-0,06%), telur ayam ras (-0,04%), serta kacang panjang (-0,02%).
Tak hanya itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami deflasi cukup dalam sebesar -0,7%, dipengaruhi turunnya harga emas perhiasan.
Inflasi Tahunan Melandai
Secara tahunan, inflasi DIY pada April 2026 sebesar 2,46%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4,08%. Penurunan ini terjadi karena efek diskon tarif listrik yang sebelumnya memengaruhi harga sudah berakhir, sehingga kondisi kembali normal.
Kelompok dengan kontribusi inflasi tahunan terbesar berasal dari perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi mencapai 16,48% dan andil 1,1%. Disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 2,58% dan andil 0,72%.
Komoditas utama penyumbang inflasi tahunan antara lain emas perhiasan (1,06%), beras (0,13%), daging ayam ras (0,10%), buncis (0,10%), dan minyak goreng (0,06%).
Perbandingan Nasional
Sementara itu, secara nasional, BPS mencatat inflasi April 2026 sebesar 0,13% mtm, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 110,95 menjadi 111,09.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar secara nasional dengan kenaikan 0,99% dan andil 0,12%.
Sinyal Stabilitas Ekonomi Jogja
Melambatnya inflasi di DIY menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi daerah. Meski ada tekanan dari beberapa komoditas, pengendalian harga yang relatif terjaga diharapkan mampu mendukung daya beli masyarakat dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

6 hours ago
12

















































