KLIKPOSITIF- Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Fraksi PKS, Jumi Sadri, membantah tudingan tidak merealisasikan janji politik saat kampanye legislatif 2024.
Bantahan itu disampaikan menyusul beredarnya sejumlah postingan di media sosial, khususnya di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 5 Pesisir Selatan, yang menyebut dirinya tidak menepati janji kepada konstituen.
Jumi menegaskan, sejak dilantik sebagai anggota DPRD Pesisir Selatan, ia telah mulai merealisasikan program-program yang dijanjikan, meski dilakukan secara bertahap.
“Tidak benar itu. Setelah dilantik, saya langsung menunaikan janji politik yang pernah disampaikan, meskipun dengan cara maraton,” ujarnya, Rabu (22/4/2026), di Painan.
Ia menjelaskan, sejumlah program yang dijanjikan melalui kartu pemilih telah dijalankan. Di antaranya bantuan tabungan untuk pesta pernikahan atau khitanan keluarga inti sebesar Rp250 ribu, bantuan wisuda Rp250 ribu, bantuan ketahanan pangan pasca melahirkan Rp250 ribu, serta santunan kematian Rp250 ribu.
Menurutnya, prioritas diberikan kepada warga yang memegang kartu pemilih sekaligus memberikan suara kepadanya pada Pemilu lalu.
“Kami prioritaskan bagi warga yang mengantongi kartu pemilih dan memberikan hak suaranya kepada kami,” tegasnya.
Jumi mengakui terdapat ketidaksesuaian antara jumlah kartu yang disebarkan dengan perolehan suara. Dari sekitar 5.000 kartu yang dibagikan melalui relawan, ia hanya meraih sekitar 1.700 suara.
Meski begitu, ia tetap berupaya merealisasikan janji kepada masyarakat secara bertahap, bahkan dalam beberapa kasus tetap membantu meski penerima tidak dapat menunjukkan kartu pemilih.
“Memang tidak sinkron, tapi kami tetap mengakomodir janji yang telah disebarkan kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga mencontohkan realisasi bantuan untuk pesta pernikahan atau khitanan yang sifatnya menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing nagari.
“Tidak mungkin satu nagari sekaligus melaksanakan khitanan. Tapi sepanjang saya diberitahu, insyaallah akan saya tunaikan,” ujarnya.
Jumi berharap masyarakat bersama-sama menjaga kondusivitas dan tidak mudah terpancing isu yang belum tentu benar. Ia juga membuka kemungkinan menempuh langkah lain jika tudingan tersebut terus bergulir.
“Kalau isu ini terus digulirkan, tidak tertutup kemungkinan kami menempuh jalur lain. Karena apa yang dituduhkan tidak benar,” tutupnya.

3 hours ago
2




















































