Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar

2 hours ago 1

Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar

Arsip - Prosesi pencukuran atau ruwatan anak berambut gimbal yang menjadi agenda utama dalam Dieng Culture Festival (DCF) XV Tahun 2025 di kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (24/8/2025). ANTARA/Sumarwoto

Harianjogja.com, PURWOKERTO— Lonjakan minat wisatawan menjelang penyelenggaraan Dieng Culture Festival (DCF) XVI 2026 mulai terasa, terutama pada sektor akomodasi. Namun di tengah tingginya permintaan, panitia mengingatkan pentingnya menjaga harga tetap wajar demi keberlanjutan pariwisata Dieng.

Ketua Pelaksana DCF XVI 2026, Alif Faozi, menegaskan bahwa kenaikan tarif penginapan, khususnya homestay, seharusnya tidak dilakukan secara berlebihan. Menurutnya, festival budaya ini bukan hanya ajang kunjungan wisata, tetapi juga sarana promosi jangka panjang kawasan Dieng.

“Kalau pun ada penyesuaian harga, jangan terlalu tinggi. Ini bagian dari menjaga citra Dieng sebagai destinasi wisata yang ramah dan berkelanjutan,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

Permintaan Naik, Kapasitas Terus Bertambah

Meski harga resmi paket DCF belum diumumkan, pemesanan penginapan sudah mulai meningkat. Kondisi ini menunjukkan tingginya antusiasme wisatawan terhadap festival yang kembali masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 tersebut.

Dari sisi kapasitas, kawasan Dieng dinilai semakin siap menampung lonjakan pengunjung. Di Desa Dieng Kulon saja tercatat lebih dari 100 homestay, ditambah penginapan berbentuk kabin yang terus berkembang di Dusun Karangsari.

Tidak hanya itu, desa-desa di sekitar lokasi acara seperti Dieng Wetan juga menyediakan akomodasi serupa. Secara keseluruhan, tersedia ratusan unit penginapan yang dapat dimanfaatkan wisatawan selama acara berlangsung.

Sebagai alternatif, sejumlah pelaku usaha juga mulai menyiapkan area camping ground. Meski demikian, operasionalnya masih menunggu finalisasi kerja sama dengan pihak terkait.

Jaga Pengalaman Wisatawan

Alif menekankan bahwa pengalaman wisatawan menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik Dieng. Tarif yang tidak wajar berpotensi menimbulkan kesan negatif dan berdampak pada citra destinasi dalam jangka panjang.

“DCF ini tujuannya untuk mengangkat Dieng. Kalau wisatawan merasa nyaman, mereka akan kembali lagi,” katanya.

Dengan kapasitas yang terus bertambah, ia memastikan wisatawan tidak perlu khawatir kehabisan tempat menginap. Tantangan utama justru terletak pada bagaimana seluruh pelaku wisata menjaga kualitas layanan, termasuk dalam hal harga.

Kembali Masuk Agenda Nasional

Dieng Culture Festival XVI akan digelar pada 28–30 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Spirit in Harmony”. Setelah sempat absen, event ini kembali masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata.

Kembalinya DCF ke dalam agenda nasional diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat posisi Dieng sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia.

Dengan pengelolaan yang tepat, termasuk menjaga tarif tetap rasional, momentum DCF 2026 dinilai menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal tanpa mengorbankan citra pariwisata kawasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news