ilustrasi bantuan pangan (Dok: Ist)KabarMakassar.com — Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat berpenghasilan rendah menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Hingga pekan pertama Maret 2026, sebanyak 3.427 penerima telah menerima bantuan tersebut.
Program ini dijalankan oleh Badan Pangan Nasional dengan penugasan distribusi kepada Perum Bulog. Per 9 Maret 2026, bantuan yang telah disalurkan mencapai 68.540 kilogram beras dan 13.708 liter minyak goreng.
Pemerintah menargetkan percepatan penyaluran bantuan pangan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri yang diperkirakan berlangsung sekitar 10–11 hari ke depan.
“Bapanas bersama Bulog sebagaimana perintah Bapak Presiden dan Bapak Kepala Bapanas, hadir bagi masyarakat. Bantuan pangan akan terus digelontorkan, terutama menjelang Idulfitri yang sebentar lagi masyarakat rayakan,” kata Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani, dalam keterangan resminya, Kamis (12/03).
Sejumlah provinsi yang telah memulai penyaluran bantuan antara lain Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, Jambi, Banten, dan Sulawesi Selatan.
Melalui program ini, pemerintah mendorong percepatan distribusi bantuan pangan di berbagai daerah guna menjaga daya beli masyarakat serta mendukung konsumsi rumah tangga, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah.
Program bantuan pangan juga dinilai memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, konsumsi rumah tangga menjadi komponen utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,11 persen, menjadi yang tertinggi sejak 2023. Sementara pertumbuhan ekonomi secara tahunan (year on year) pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen, yang juga merupakan capaian tertinggi untuk triwulan IV sejak pandemi COVID-19.
Terpisah, Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan program bantuan pangan telah siap sepenuhnya untuk disalurkan kepada masyarakat.
“Saya sudah tanda tangan untuk 33,2 juta orang. Ini perintah Bapak Presiden untuk meringankan beban saudara-saudara kita di bulan suci Ramadan. Pokoknya sudah beres. Semua kebutuhan rakyat tidak boleh tinggal bermalam di meja saya,” beber Andi Amran.
Program bantuan pangan beras dan minyak goreng ini memiliki total anggaran sekitar Rp11,92 triliun yang dialokasikan untuk 33,2 juta penerima bantuan di seluruh Indonesia.
Lima provinsi dengan jumlah penerima terbesar adalah Jawa Barat dengan 6.093.530 penerima, Jawa Timur 5.638.478 penerima, Jawa Tengah 5.071.126 penerima, Sumatera Utara 1.756.846 penerima, serta Banten 1.298.597 penerima.
Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk alokasi satu bulan. Penyaluran dilakukan sekaligus untuk dua bulan sehingga Bulog menyiapkan stok sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng.


















































