Kabut Asap Selimuti Padang, Sekolah Daring Mulai Dipertimbangkan

23 hours ago 8

promo hayati padang agustus

KLIKPOSITIF- Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mempertimbangkan penerapan sekolah daring menyusul kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan pihaknya masih memantau kondisi udara sebelum mengambil keputusan.

“Belum. Itu kita lihat kondisinya. Kalau sudah memungkinkan nanti kita lihat. Nanti saya lapor Pak Wali,” kata Yopi.

Menurutnya, sekolah daring menjadi salah satu opsi yang dapat diterapkan jika kondisi kabut asap semakin parah.

Namun, keputusan tersebut perlu dikoordinasikan dengan pihak terkait, terutama karena adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Opsinya ada, belajar daring bisa juga. Karena daring itu yang krusial dan urgen sekali kita laksanakan. Makan bergizi bagaimana, kita koordinasi dulu,” ujarnya.

Yopi juga mengimbau siswa, guru, dan tenaga kependidikan menggunakan masker, terutama bagi mereka yang mengalami batuk atau demam.

“Bagi siswa yang ada gejala bawaan, gejala batuk atau demam pakai masker. Bagi siswa maupun guru dan tendik kita,” katanya.

Ia menyebut, apabila kondisi udara semakin buruk dan jarak pandang terganggu akibat asap, pihaknya akan kembali melakukan evaluasi.

“Kalau sudah tidak memungkinkan, jarak pandang kita terlalu dekat karena asap sudah parah, nanti kita tinjau. Kami lapor juga sama pimpinan dulu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Koto Tabang, Sugeng Nugroho, mengatakan kondisi PM2,5 pada Rabu (2/9/2026) masih berada dalam kategori sedang.

Namun, konsentrasinya sudah berada di level tinggi dalam kategori tersebut.

“PM2,5-nya masih masuk kategori sedang, tetapi sudah pada kategori tingginya,” ujar Sugeng.

Ia menjelaskan, penentuan indeks kualitas udara tidak hanya berdasarkan PM2,5. Ada enam parameter yang digunakan dalam Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Menurutnya, konsentrasi PM2,5 diperkirakan sudah berada di atas 40 mikrogram per meter kubik.

“Jadi tetap kategorinya sedang, tapi sudah pada kategori tingginya,” katanya.

Sugeng juga menyebut kondisi dengan kategori tinggi terpantau di wilayah Dharmasraya dan Sijunjung.

Meski demikian, ia menegaskan kondisi kualitas udara di Kota Padang bisa berbeda pada setiap wilayah.

“Kota Padang itu luas. Bisa ada di Purus, bisa ada di Lubuk Minturun. Titik per titik itu yang kami belum sampai bisa memperkirakan,” pungkasnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news