Kasus Dugaan Kelalaian Medis Viral, Dirut RSUP Djamil Padang Bungkam

7 hours ago 4

Hayati Sumbar

KLIKPOSITIF- Direktur Utama RSUP M. Djamil Padang, Dovy Djanas memilih bungkam terkait curahan hati seorang ibu yang viral menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan medis di rumah sakit tersebut di media sosial.

Curahan hati seorang ibu bernama Nuri Khairma viral di media sosial setelah mengungkap dugaan kelalaian medis yang dialami putranya, Alceo Hanan Flantika, saat menjalani perawatan di RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Baca Juga

Dalam unggahannya, Nuri mengaku kecewa karena anaknya meninggal dunia diduga tidak mendapatkan pelayanan medis sesuai harapan. Ia memaparkan sejumlah hal yang dinilai sebagai kelalaian, mulai dari proses perawatan hingga penanganan pascaoperasi.

Nuri menyebut, dalam pertemuan mediasi kedua yang digelar enam hari setelah kejadian, pihak rumah sakit yang terdiri dari penanggung jawab, dokter PPDS, serta perawat IGD dan HCU bedah hanya menyampaikan permintaan maaf atas pelanggaran SOP yang terjadi.

Menurutnya, permintaan maaf tersebut dilakukan secara tertutup. Bahkan, video pernyataan dari masing-masing dokter disebut masih disimpan oleh pihak humas rumah sakit dan tidak disebarluaskan.

Ia juga mempertanyakan tindak lanjut dari kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya sanksi tegas terhadap tenaga medis yang dinilai bertanggung jawab.

Dalam curhatannya, Nuri menjelaskan bahwa awalnya anaknya dirujuk ke rumah sakit tersebut dengan harapan mendapat perawatan intensif di ruang PICU infeksius usai operasi. Namun, kenyataannya Alceo justru ditempatkan di bangsal HCU bedah yang disebutnya tidak sesuai dengan kebutuhan kondisi anaknya.

Pihak keluarga, kata dia, sempat meminta fasilitas VIP atau perawat khusus, namun tidak diizinkan dengan alasan ruang HCU bedah merupakan tempat terbaik untuk pemantauan pasien.

Namun, kondisi di lapangan disebut berbeda dari penjelasan awal. Nuri mengaku anaknya ditempatkan di ruangan terbuka yang bercampur dengan pasien dewasa dan berisiko tinggi terhadap infeksi.

Ia juga menyinggung lambatnya respons tenaga medis saat kondisi anaknya memburuk. Menurutnya, sejak dini hari keluarga telah berupaya mencari bantuan, namun tidak mendapat penanganan maksimal karena dianggap hanya keluhan biasa.

Curahan hati tersebut kini menjadi sorotan publik dan memicu berbagai reaksi di media sosial, terutama terkait kualitas pelayanan di rumah sakit rujukan utama di Sumatera bagian tengah tersebut.

Terpisah, Katasumbar.com (grup Klikpositif.com) sudah meminta tanggapan Direktur Utama RSUP M. Djamil Padang, Dovy Djanas. Namun, orang nomor 1 di rumah sakit plat merah ini belum merspon. Meski pesan masuk centang 2.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news