Kenali Gejala Fatty Liver yang Tampak di Wajah, dari Bengkak hingga Perubahan Warna Kulit

4 hours ago 2

Hayati Sumbar

KLIKPOSITIF – Kondisi Fatty Liver Disease atau penyakit hati berlemak kerap dianggap “silent” karena tidak selalu menimbulkan gejala di awal. Namun, para ahli mengingatkan bahwa perubahan pada wajah bisa menjadi tanda awal gangguan fungsi hati tersebut.

Secara medis, fatty liver terjadi ketika lemak menumpuk lebih dari 5 persen dari berat hati. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi bentuk yang lebih serius seperti Cirrhosis yang bersifat permanen.

Dilansir dari laman WebMd, berikut sejumlah gejala pada wajah yang perlu diwaspadai:

Wajah Bengkak (Facial Puffiness)
Gangguan fungsi hati dapat memengaruhi produksi dan distribusi cairan tubuh. Dalam kondisi berat, penumpukan cairan bisa terjadi di jaringan wajah sehingga tampak bengkak. Pembengkakan ini biasanya juga muncul di bagian tubuh lain.

Baca Juga

Kemerahan pada Wajah (Rosacea)
Rosacea ditandai dengan kemerahan di pipi, hidung, dan dahi. Kondisi ini diketahui berkaitan dengan Metabolic Syndrome—sekumpulan gangguan seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kelebihan lemak tubuh. Jika disertai penumpukan lemak di hati, kondisi ini dikenal sebagai MASLD (sebelumnya NAFLD).

Kulit Menguning (Jaundice)
Perubahan warna kulit, mata, atau mulut menjadi kuning disebut Jaundice. Ini terjadi ketika hati tidak mampu memproses bilirubin dengan baik akibat kerusakan parah.

Perubahan Pigmentasi Kulit
Fatty liver yang sudah parah dapat menyebabkan warna kulit menjadi tidak merata atau keabu-abuan, terutama di area sekitar mata, mulut, dan hidung. Selain itu, penggelapan lipatan kulit di leher juga bisa terjadi, sering kali berkaitan dengan resistensi insulin dan risiko Type 2 Diabetes.

Kulit Gatal dan Iritasi
Kulit wajah yang terasa gatal, kering, atau iritasi juga dapat menjadi tanda gangguan hati. Kondisi ini bisa disebabkan oleh Cholestasis, yaitu gangguan aliran empedu yang sering muncul pada tahap lanjut seperti MASH.

Para ahli menekankan bahwa gejala-gejala ini tidak selalu berarti seseorang pasti mengalami fatty liver. Namun, jika muncul bersamaan dengan faktor risiko seperti obesitas, pola makan tidak sehat, atau diabetes, pemeriksaan medis sangat dianjurkan. Deteksi dini dan perubahan gaya hidup menjadi kunci utama untuk mencegah perkembangan penyakit hati berlemak menjadi kondisi yang lebih serius.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news