Keparakan Gelar Pelatihan Daur Ulang Anorganik dan Eco Brick

4 hours ago 2

Keparakan Gelar Pelatihan Daur Ulang Anorganik dan Eco Brick Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, JOGJA – Penguatan gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Keparakan kembali diperluas melalui pelatihan daur ulang sampah anorganik yang digelar pada akhir April 2026. Program ini menitikberatkan pada pemanfaatan limbah rumah tangga agar tidak hanya menjadi beban lingkungan, tetapi juga memiliki nilai guna.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk menekan penumpukan sampah anorganik di wilayah Keparakan, seiring meningkatnya produksi limbah rumah tangga yang setiap hari terus bertambah. Fokus pelatihan tidak hanya pada edukasi, tetapi juga praktik langsung pengolahan sampah berbasis kreatif.

Lurah Keparakan, Yusuf Ahbari, menjelaskan bahwa setiap rumah tangga menghasilkan sampah anorganik seperti plastik pembungkus dan sachet produk rumah tangga dalam jumlah yang terus meningkat. Meskipun tidak sebesar sampah organik, ia menegaskan bahwa limbah tersebut tetap membutuhkan penanganan serius agar tidak mengganggu kenyamanan dan kualitas lingkungan.

“Karena itu, menurutnya, Kelurahan Keparakan bersama Forum Bank Sampah [FBS] Keparakan menggelar Pelatihan Kerajinan Bahan Daur Ulang dan Eco Brick pada akhir April 2026,” katanya, Sabtu (3/5/2026).

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mendorong masyarakat agar mampu mengelola sampah anorganik secara mandiri di tingkat rumah tangga. Dengan adanya gerakan pengolahan mandiri, volume sampah yang harus ditangani di TP3R diharapkan dapat berkurang secara signifikan.

Sementara itu, perwakilan FBS Keparakan, Suyatmi Sumarno, menjelaskan bahwa jenis sampah anorganik seperti plastik sachet minuman dan kantong kresek kerap tidak memiliki nilai jual, bahkan sebagian tidak diterima di bank sampah. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi pengolahan agar limbah tetap memiliki nilai tambah.

“Hal ini justru bisa memantik kreativitas masyarakat untuk mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat,” ujarnya.

Dalam sesi praktik, peserta pelatihan diajak langsung memproduksi eco brick, yakni metode pengolahan sampah plastik yang dimasukkan ke dalam botol hingga padat.

“Eco brick merupakan botol plastik yang diisi potongan sampah plastik kering hingga padat menyerupai batu bata,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa proses pembuatan eco brick tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi volume sampah plastik, tetapi juga melatih kesabaran serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan limbah plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain praktik eco brick, peserta juga dibekali keterampilan membuat berbagai produk kerajinan dari limbah plastik, seperti tas belanja hingga dompet, yang berpotensi memiliki nilai ekonomi jika dikembangkan lebih lanjut.

Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dapat semakin meluas. Upaya ini dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pengurangan beban pengelolaan sampah di tingkat kota.

“Jika setiap rumah tangga mampu mengelola sampah anorganiknya secara mandiri, hal ini akan sangat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat kota,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news