Korban Kecelakaan KA Bekasi Dapat Asesmen dan Bantuan

1 day ago 9

Korban Kecelakaan KA Bekasi Dapat Asesmen dan Bantuan Korban kecelakaan kereta Bekasi dapat asesmen dan bantuan Kemensos untuk pemulihan dan pemberdayaan ekonomi keluarga. - Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan seluruh korban kecelakaan kereta api di Bekasi akan menjalani asesmen menyeluruh guna memperoleh bantuan sosial dan program pemberdayaan yang tepat sasaran. Insiden ini menewaskan 16 orang dan melukai 81 lainnya.

Kementerian Sosial menegaskan setiap keluarga korban akan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing, mengingat kondisi sosial dan ekonomi yang berbeda-beda.

“Semuanya akan kita lakukan asesmen dan akan kita berikan dukungan program sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kebutuhan setiap keluarga kan berbeda-beda,” kata Saifullah saat takziah di Kemayoran, Jakarta, Rabu.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin (27/4) sekitar pukul 20.55 WIB, saat KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi bertabrakan dengan KRL rute Kampung Bandan–Cikarang di Stasiun Bekasi Timur.

Berdasarkan data terbaru, kecelakaan ini mengakibatkan 16 korban meninggal dunia dan 81 orang mengalami luka-luka. Pemerintah memastikan seluruh korban akan mendapatkan perhatian dan penanganan secara menyeluruh.

Saifullah menegaskan kehadiran negara melalui Kementerian Sosial merupakan arahan langsung dari Prabowo Subianto untuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada keluarga korban.

Dalam kunjungannya ke rumah duka Hj. Nuryati (63) di Kemayoran, ia mengungkapkan bahwa almarhumah merupakan tulang punggung keluarga sekaligus aktif dalam organisasi Muslimat Nahdlatul Ulama. Korban juga tercatat sebagai penerima manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) dan memiliki delapan anak.

“Beliau memiliki usaha warung kecil-kecilan yang selama ini menghidupi keluarga. Kami ingin musibah ini tidak menggoyahkan ekonomi keluarga, maka akan kami dampingi agar usaha tersebut bisa dipertahankan, bahkan kalau perlu naik kelas,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Kemensos menyalurkan bantuan melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa kebutuhan pokok, santunan tunai, serta dukungan psikososial bagi keluarga korban. Bantuan ini diberikan di luar santunan dari asuransi Jasa Raharja.

Namun demikian, fokus utama pemerintah tidak hanya pada bantuan jangka pendek, melainkan juga pada pemberdayaan ekonomi keluarga korban agar tetap mandiri.

“Kami akan memberikan pendampingan sesuai hasil asesmen. Kami berterima kasih kepada keluarga yang terbuka menyampaikan kondisinya, sehingga kami bisa menindaklanjuti dan mengaitkan dengan program-program pemerintah,” kata Saifullah Yusuf, menegaskan komitmen pendampingan berkelanjutan bagi korban kecelakaan kereta api Bekasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news