
Kompetisi inovasi bisnis bagi kalangan muda dengan adu gagasan ide bisnis bagi kalangan pelajar dan pemuda di Ruang Sadewa Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga belum lama ini. Harian Jogja/Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO— Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulonprogo terus mendorong lahirnya wirausahawan muda melalui program pembinaan terpadu yang menyasar pelajar hingga pemuda. Program ini tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga diakhiri dengan kompetisi perencanaan bisnis sebagai ajang implementasi ide usaha.
Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian pembinaan kepemudaan yang digelar secara berkelanjutan. Kompetisi dirancang sebagai wadah untuk mengasah kreativitas, menjaring ide bisnis inovatif, sekaligus menguji mental kewirausahaan generasi muda Kulonprogo.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kulonprogo, Agus Sudarmadi, menjelaskan bahwa seluruh peserta sebelumnya telah mengikuti pelatihan kewirausahaan secara intensif sebelum masuk tahap kompetisi.
“Ini rangkaian kegiatan yang sudah kami laksanakan sejak beberapa waktu lalu. Dua hari sebelumnya ada pelatihan, hari Selasa untuk pelajar, dan hari Rabu untuk pemuda,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Antusiasme peserta dalam program ini tergolong tinggi. Tercatat sebanyak 80 peserta ambil bagian, terdiri dari 40 pelajar dan 40 pemuda dari berbagai kapanewon di Kulonprogo.
Dari jumlah tersebut, tim kurator menyeleksi masing-masing 10 proposal terbaik dari kategori pelajar dan pemuda. Selanjutnya disaring kembali menjadi lima finalis terbaik di masing-masing kategori untuk mempresentasikan ide bisnis di hadapan dewan juri.
Penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup profil usaha, inovasi produk, strategi pemasaran, proyeksi keuangan, hingga dampak sosial dan ekonomi. Untuk menjaga objektivitas, Disdikpora melibatkan juri independen, yakni Imam Syafi’i dari Satoeasa Indonesia, dosen Universitas AKPRIND Indonesia Catur Iswahyudi, serta praktisi wirausaha Bejo Kahono.
Agus menegaskan, tidak ada batasan jenis usaha dalam kompetisi ini. Peserta diberi kebebasan untuk berinovasi sesuai potensi dan minat masing-masing.
“Kami memberikan ruang seluas-luasnya agar kreativitas dan inovasi mereka bisa berkembang,” tegasnya.
Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, turut memberikan motivasi kepada peserta agar berani melangkah lebih jauh dan tidak hanya berkiprah di tingkat lokal. Ia menekankan pentingnya keberanian mengambil peluang serta strategi pemasaran yang kuat.
“Anak-anak Kulonprogo punya potensi luar biasa. Tinggal ditingkatkan keberanian dan kemampuan pemasaran agar bisa menembus level nasional hingga internasional,” kata Ambar.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun branding produk yang kuat agar mampu memberikan kesan mendalam bagi konsumen.
Adapun hasil kompetisi perencanaan bisnis tersebut adalah sebagai berikut:
Kategori Pelajar Juara I: Sweta Raima Pramesti (SMA Negeri 2 Wates) – Nilai 2.636
Juara II: Delfilia Lailatul Syifa (SMK Negeri 1 Panjatan) – Nilai 2.538
Juara III: Perwakilan SMA Negeri 1 Wates – Nilai 2.530
Kategori Pemuda Juara I: Febri Amin (Kapanewon Samigaluh) – Nilai 2.698
Juara II: Arianto (Kapanewon Panjatan) – Nilai 2.596
Juara III: Ibnu Rivansyah Subagyo (Kapanewon Pengasih) – Nilai 2.545
Melalui program ini, Pemkab Kulonprogo berharap lahir lebih banyak wirausahawan muda yang kreatif, inovatif, dan mampu menggerakkan perekonomian daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
1

















































