
Lokasi TPR baru di kawasan Parangtritis, Senin (13/4/2026). Harian Jogja/Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Pengelolaan retribusi wisata di kawasan Pantai Parangtritis dan Pantai Depok menunjukkan hasil positif pada bulan pertama pelaksanaannya oleh Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Parangtritis. Sepanjang Juli 2026, pendapatan retribusi yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,4 miliar dengan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 165.956 orang.
Meski demikian, capaian tersebut diperkirakan tidak akan mudah dipertahankan dalam beberapa bulan mendatang. Memasuki periode low season atau musim sepi kunjungan, jumlah wisatawan diprediksi mengalami penurunan dibandingkan saat libur sekolah dan masa ramai wisata pada pertengahan tahun.
Koordinator Penarikan Retribusi Pemkal Parangtritis, Karjana, mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi setelah satu bulan menjalankan tugas pengelolaan retribusi yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul.
Salah satu perhatian utama berkaitan dengan ketelitian petugas saat memberikan tiket kepada wisatawan. Evaluasi ini muncul setelah adanya keluhan wisatawan yang sempat viral di media sosial terkait nomor seri tiket yang dianggap tidak berurutan.
“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Bantul dan mengingatkan seluruh petugas agar lebih teliti dalam memberikan tiket kepada pengunjung,” ujar Karjana, Selasa (4/8/2026).
Selain persoalan tiket, pihaknya juga mulai memetakan titik-titik pintu masuk yang memiliki kepadatan tinggi saat akhir pekan maupun musim liburan. Beberapa lokasi yang tercatat paling ramai berada di kawasan akses Pantai Parangkusumo dan wilayah Porangan yang berdekatan dengan terminal.
Berdasarkan kondisi tersebut, jumlah petugas di lapangan dibuat fleksibel menyesuaikan tingkat kunjungan wisatawan. Saat terjadi lonjakan pengunjung, jumlah petugas yang berjaga dapat ditambah untuk mempercepat pelayanan dan menghindari antrean panjang.
“Total petugas yang kami miliki saat ini ada 43 orang. Penempatannya menyesuaikan kondisi di lapangan,” katanya.
Di sisi lain, fasilitas yang digunakan untuk mendukung proses pemungutan retribusi masih tergolong terbatas. Petugas hingga kini hanya mengandalkan tenda, meja, dan kursi sederhana di sejumlah titik penarikan retribusi.
Menurut Karjana, peningkatan sarana dan prasarana baru dapat direncanakan pada tahun depan setelah adanya pembagian hasil pengelolaan retribusi dari pemerintah daerah.
“Untuk saat ini kami masih memanfaatkan fasilitas yang ada sambil terus melakukan penataan,” ujarnya.
Pemkal Parangtritis juga masih menghadapi tantangan dalam menarik retribusi dari wisatawan yang masuk ke kawasan pantai dengan berjalan kaki. Fenomena tersebut kerap terjadi pada rombongan wisata yang menggunakan bus menuju destinasi lain, seperti Obelix, tetapi sebagian anggota rombongan kemudian berjalan menuju kawasan pantai.
Menurut Karjana, hingga kini belum ditemukan mekanisme yang tepat untuk menarik retribusi bagi wisatawan pejalan kaki tersebut.
“Masih kami kaji karena ada wisatawan yang awalnya ke Obelix, lalu berjalan kaki ke pantai. Mekanisme penarikannya belum ditemukan solusi yang tepat,” katanya.
Sementara itu, Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, mengungkapkan capaian Juli 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Pada Juni 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung tercatat sebanyak 126.864 orang dengan pendapatan retribusi sekitar Rp1,8 miliar. Dengan demikian, terjadi kenaikan baik dari sisi jumlah pengunjung maupun penerimaan retribusi pada bulan berikutnya.
Hingga akhir Juli 2026, total pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Bantul telah mencapai Rp13,5 miliar. Angka tersebut hampir menyentuh setengah dari target PAD wisata tahun ini yang dipatok sebesar Rp29 miliar.
“Kami optimistis target dapat tercapai. Evaluasi dan koordinasi dengan Pemkal Parangtritis terus dilakukan agar pelayanan kepada wisatawan semakin baik dan pendapatan daerah bisa terus meningkat,” kata Markus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
5

















































