KLIKPOSITIF – Anak-anak dan remaja membutuhkan waktu tidur setidaknya sembilan jam setiap malam untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta kesehatan fisik dan mental. Kurangnya waktu tidur atau gangguan tidur dapat berdampak negatif terhadap prestasi belajar, aktivitas sehari-hari, hingga hubungan sosial anak.
Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan cedera, memicu gangguan perilaku, perilaku impulsif, perubahan suasana hati, serta menurunkan kemampuan mengingat, berkonsentrasi, dan belajar. Selain itu, anak yang kurang tidur juga berisiko mengalami penurunan performa, waktu reaksi yang lebih lambat, dan kecenderungan makan berlebihan.
Orang tua diminta mewaspadai berbagai tanda gangguan tidur pada anak. Beberapa gejala yang perlu mendapat perhatian antara lain kebiasaan mendengkur, henti napas saat tidur, sulit memulai tidur, sering terbangun di malam hari, mengantuk berlebihan pada siang hari, penurunan prestasi tanpa sebab yang jelas, berjalan saat tidur, mimpi buruk, menggemeretakkan gigi, mengompol, tidur gelisah, hingga sulit bangun di pagi hari.
Untuk membantu meningkatkan kualitas tidur anak, para tenaga kesehatan menyarankan orang tua menerapkan jadwal tidur yang teratur setiap hari, termasuk pada akhir pekan. Waktu bangun tidur sebaiknya tidak berbeda lebih dari satu hingga satu setengah jam dari hari biasa.
Selain itu, orang tua dianjurkan menciptakan rutinitas menjelang tidur yang menenangkan, seperti memandikan anak dengan air hangat atau membacakan cerita. Konsumsi makanan dan minuman berkafein sebaiknya dihindari setidaknya enam jam sebelum waktu tidur.
Lingkungan kamar tidur juga perlu dibuat nyaman dengan suhu yang sesuai, pencahayaan yang redup, dan suasana yang tenang. Aktivitas fisik berat maupun makan dalam porsi besar menjelang waktu tidur juga sebaiknya dihindari karena dapat membuat anak sulit terlelap.
Dilansir dari laman WebMd, penggunaan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, telepon seluler, radio, maupun video gim juga disarankan dihentikan setidaknya satu jam sebelum waktu tidur agar tidak mengganggu kualitas istirahat anak.
Bagi bayi dan anak usia dini, orang tua dianjurkan membiasakan anak tidur saat mulai mengantuk namun masih dalam keadaan terjaga. Kebiasaan menidurkan anak di pelukan atau tidur bersama untuk membuat anak terlelap sebaiknya dihindari agar anak belajar tidur secara mandiri.
Apabila berbagai upaya tersebut belum berhasil mengatasi gangguan tidur, orang tua disarankan segera berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Deteksi dini terhadap gangguan tidur dinilai penting guna mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan perkembangan anak.

1 hour ago
1


















































