Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung di Usia Paruh Baya

17 hours ago 5

KLIKPOSITIF – Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat berdampak serius pada kesehatan. Selain dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas, gangguan tidur kini juga terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan.

Sebuah penelitian terbaru terhadap orang dewasa usia paruh baya menemukan bahwa kombinasi berbagai masalah tidur, seperti sulit tidur, sering terbangun di tengah malam, atau tidur kurang dari enam jam per malam, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga hampir tiga kali lipat dibandingkan mereka yang memiliki pola tidur sehat.

Penelitian ini menggunakan data dari 7.483 peserta dalam studi Midlife in the United States Study. Para peserta memberikan informasi mengenai kebiasaan tidur dan riwayat penyakit jantung mereka. Sebagian peserta, sebanyak 663 orang, juga menggunakan perangkat yang dikenakan di pergelangan tangan untuk merekam aktivitas tidur secara objektif. Rata-rata usia peserta adalah 53 tahun, dengan sedikit lebih dari separuh merupakan perempuan.

Para peneliti memilih kelompok usia paruh baya karena pada fase kehidupan ini seseorang umumnya menghadapi berbagai tekanan pekerjaan dan keluarga. Selain itu, tanda-tanda awal penyakit jantung, seperti penyumbatan pembuluh darah akibat aterosklerosis, serta gangguan tidur yang berkaitan dengan penuaan mulai sering muncul.

Dilansir dari laman Health.Harvard.Edu, untuk menilai kesehatan tidur, peneliti mengevaluasi beberapa aspek, termasuk keteraturan jam tidur, kepuasan terhadap kualitas tidur, tingkat kewaspadaan di siang hari, efisiensi waktu untuk tertidur, serta durasi tidur setiap malam.

Sementara itu, kondisi kesehatan jantung dievaluasi melalui pertanyaan mengenai riwayat gangguan jantung yang didiagnosis dokter maupun gejala seperti nyeri dada berkepanjangan. Jika peserta menjawab “ya”, peneliti melakukan pendalaman terkait diagnosis yang mencakup angina, serangan jantung, penyakit katup jantung, gangguan irama jantung, hingga gagal jantung.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tambahan masalah tidur yang dilaporkan peserta berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung sebesar 54 persen dibandingkan individu dengan pola tidur normal. Risiko tersebut bahkan meningkat hingga 141 persen pada kelompok yang datanya dikonfirmasi melalui laporan pribadi dan perangkat pemantau tidur, yang dianggap memberikan hasil lebih akurat.

Meskipun perempuan melaporkan lebih banyak gangguan tidur, laki-laki tercatat lebih sering mengalami penyakit jantung. Namun, hubungan antara kualitas tidur dan kesehatan jantung ditemukan konsisten pada kedua jenis kelamin.

Penelitian juga menemukan bahwa peserta kulit hitam melaporkan lebih banyak masalah tidur dan gangguan jantung dibandingkan peserta kulit putih. Meski demikian, peningkatan risiko penyakit jantung akibat gangguan tidur terjadi pada kedua kelompok. Para peneliti menekankan bahwa faktor sosial, seperti pendapatan dan kondisi lingkungan tempat tinggal maupun bekerja, turut memengaruhi kesehatan jantung seseorang.

Karena penelitian ini bersifat observasional, para ilmuwan belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Namun, temuan tersebut semakin memperkuat pentingnya menjaga kualitas tidur sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung.

Para ahli menyarankan masyarakat yang mengalami kesulitan tidur untuk mencari solusi yang tepat, mulai dari memperbaiki rutinitas harian hingga menjalani terapi perilaku kognitif khusus untuk gangguan tidur. Selain membantu tubuh lebih segar dan produktif pada siang hari, tidur yang cukup juga dapat menurunkan berbagai risiko kesehatan yang terkait dengan kurang tidur, termasuk penyakit jantung.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news