Lansia 85 Tahun Hilang di Gunungkidul, Pencarian Belum Berhasil

8 hours ago 4

Lansia 85 Tahun Hilang di Gunungkidul, Pencarian Belum Berhasil

Proses pencarian Mbah Kasemo, warga asal Sodo, Paliyan yang hilang sejak lima hari lalu, Kamis (26/6/2026). Ist/SAR

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang lansia bernama Kasemo (85), warga Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, hingga kini belum ditemukan setelah dilaporkan hilang sejak Senin (22/6/2026) siang. Tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, relawan, hingga warga setempat masih terus melakukan pencarian intensif, namun hasilnya belum membuahkan titik terang.

Kapolsek Paliyan, AKP Slamet Riyanto, mengatakan laporan kehilangan Mbah Kasemo diterima tak lama setelah keluarga menyadari yang bersangkutan tidak kembali ke rumah. Hingga Jumat (26/6/2026) siang, upaya pencarian masih berlangsung tanpa hasil.

“Hingga saat ini belum ditemukan. Tim masih terus melakukan pencarian di sejumlah titik,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mbah Kasemo meninggalkan rumah pada Senin siang dengan mengenakan kaos lurik berwarna putih dan celana hitam. Lansia tersebut diketahui mengalami pikun, sehingga diduga mengalami kesulitan menemukan jalan pulang.

Pihak keluarga sempat menduga Mbah Kasemo menuju rumah anaknya di Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari. Namun, setelah dilakukan pengecekan, yang bersangkutan tidak pernah sampai di lokasi tujuan.

Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengatakan pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan menyisir berbagai lokasi, termasuk area hutan dan kawasan berbahaya yang memiliki luweng atau lubang alami khas wilayah karst Gunungkidul.

“Penyisiran dilakukan di sejumlah titik, termasuk area yang berpotensi berbahaya. Kami juga memanfaatkan drone untuk membantu pemantauan dari udara,” katanya.

Meski teknologi telah dikerahkan dan area pencarian diperluas, keberadaan Mbah Kasemo masih belum terdeteksi. Tim gabungan terus berupaya dengan harapan korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, relawan SAR, hingga masyarakat sekitar yang turut membantu menyisir wilayah-wilayah yang diduga menjadi jalur yang dilalui korban.

Slamet menambahkan, peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian bersama, khususnya bagi keluarga yang memiliki anggota lansia dengan kondisi pikun. Ia mengimbau agar pengawasan lebih ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa.

“Lansia yang sudah pikun sebaiknya tidak dibiarkan bepergian sendiri. Risiko tersesat sangat tinggi karena mereka kesulitan mengingat arah pulang,” katanya.

Hingga kini, pencarian masih terus dilakukan dengan memperluas area penelusuran. Tim berharap dukungan masyarakat dan kondisi cuaca yang mendukung dapat membantu mempercepat proses pencarian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news