KLIKPOSITIF- Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Padang, Sumatera Barat, tidak hanya menjalani masa pidana. Mereka juga dibekali berbagai keterampilan mulai dari barista, tata boga, membatik hingga hidroponik sebagai bekal hidup setelah bebas nanti.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, Susi Andriany Pohan, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan untuk membentuk warga binaan menjadi pribadi mandiri dan produktif.
“Program ini sebenarnya sudah mulai dirintis sebelumnya. Sejak saya bertugas di sini, program tersebut terus kami lanjutkan dan dikembangkan agar lebih maju,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, di dalam lapas terdapat dua bentuk pembinaan yang diberikan kepada warga binaan, yakni pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian.
Pembinaan kepribadian bertujuan membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, memiliki etika, sopan santun, serta memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara.
Sementara pembinaan kemandirian menjadi tahap lanjutan yang berfokus pada pengembangan keterampilan. “Setelah mereka dibina secara kepribadian, kami lengkapi dengan keterampilan agar nanti setelah selesai menjalani pidana mereka memiliki bekal hidup dan bisa memperoleh penghasilan sendiri,” terangnya.
Menurut Susi, pembinaan kemandirian yang dijalankan di Lapas Perempuan Padang lebih diarahkan pada pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal itu dilakukan agar warga binaan memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Kami ingin mereka memiliki kemampuan dan menjadi insan yang mandiri, sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama setelah selesai menjalani pidana,” jelasnya.
Sejumlah hasil pembinaan seperti produk batik dan keterampilan barista bahkan sudah mulai diperjualbelikan, meski skalanya masih terbatas.
“Program ini baru kami rintis sejak 2025. Saat ini kami juga terus mencari pihak ketiga yang bersedia bekerja sama untuk mendukung pembinaan warga binaan agar semakin berkembang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut sebelumnya juga didukung melalui kerja sama dengan sejumlah yayasan dan Balai Advokasi Kota Padang. Hingga kini program terus berjalan dan berkembang.
Pelatihan yang diberikan meliputi membatik, barista, hidroponik, hingga tata boga yang diharapkan menjadi modal berharga bagi warga binaan saat kembali menjalani kehidupan di luar lapas.

12 hours ago
7




















































