Kota Solok, Klikpositif – 16 tim dari SLTA sederajat Kota dan Kabupaten Solok ambil bagian dalam Law Debate Competition 2026. Event yang mengusung tema “Hukum Indonesia Dalam Perspektif Gen Z” itu diinisiasi Hima Fakultas Hukum bersama PSSH Meester Yamin Law Center.
Ajang debat dilangsungkan di Aula SKB, Selasa (5/5/2026) dan dibuka langsung Rektor Universitas Mahaputra Muhammad Yamin Solok, Dr. Rica Mega Sari, S.Pt, MP. Hadir perwakilan Pemko Solok, Pemkab Solok, Polres Solok Kota, Kementerian Agama Kabupaten Solok dan Kota Solok dan undangan lainnya.
Dr. Rica Mega Sari menyampaikan ajang debat hukum ini menjadi wadah strategis bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, logika, serta keberanian dalam menyampaikan argumentasi hukum. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
“Setelah lama vakum, Lomba Debat Hukum antar pelajar SLTA se-Kota Solok dan Kabupaten Solok disambut sangat antusias. Kami berharap kegiatan serupa juga dihadirkan fakultas lainnya,” ungkap Rica.
Dirinya juga mengapresiasi Hima Fakultas Hukum dan MYLC yang menghadirkan kegiatan nyata dan bermanfaat bagi kalangan pelajar. Ajang ini tentunya juga menjadi bukti peran aktif kampus dalam mencetak generasi unggul masa depan.
Walikota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM yang diwakili Kepala Bagian Hukum Setdako Solok, Alex Shindo, SH, MH mengaku dirinya sangat tertarik dengan kegiatan debat hukum antar pelajar. Alex Shindo menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemampuan akademik, pengalaman organisasi dan jejaring yang luas.
“Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang kritis, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan hukum di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) Fakultas Hukum UMMY Solok, Farhan Setyadi, menilai masih banyak pelajar yang belum memahami hukum secara utuh. Ia berharap ajang ini mampu menjadi sarana edukasi yang berdampak luas.
Hal senada disampaikan Ketua Meester Yamin Law Center (MYLC), Rijal Islamy, yang menyebutkan bahwa 16 tim peserta yang berlaga merupakan hasil seleksi dari banyaknya pendaftar. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan.
“Targetnya adalah bagaimana pelajar, khususnya Gen Z di Solok, dapat lebih memahami dan sadar terhadap hukum. berharap melalui kompetisi ini akan lahir generasi muda yang cerdas, tangguh, serta memiliki kesadaran hukum yang tinggi,” jelasnya.
Dalam menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan tiga dewan juri yang berkompeten di bidang hukum, yakni dosen Fakultas Hukum Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, Yulfa Mulyeni, SH, MH, dan Monalisa, SH, MH, yang juga merupakan alumni juara debat hukum tingkat Sumatera Barat, serta Ketua Meester Yamin Law Center (MYLC) Rijal Islamy.

11 hours ago
4


















































