Suasana di Stasiun Yogyakarta pada Jumat, (13/3 - 2026) atau di hari ketiga Masa Angkutan Lebaran 2026. Anisatul Umah/Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA— PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta memproyeksikan lonjakan penumpang kereta api di wilayah Yogyakarta selama periode Angkutan Lebaran 2026. Pada Jumat (13/3/2026), jumlah penumpang di Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan diperkirakan meningkat sekitar 25% hingga 30% dibandingkan hari biasa.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa dua stasiun utama di Kota Jogja tersebut diprediksi melayani sekitar 15.000 penumpang untuk keberangkatan dan 18.000 penumpang untuk kedatangan.
Ia menuturkan, kondisi pada hari tersebut sudah terlihat lebih ramai dibandingkan dua hari sebelumnya, yakni pada 11 dan 12 Maret 2026. Peningkatan arus penumpang menjadi indikasi awal meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang masa mudik Lebaran.
"Jadi jika dirata-ratakan ada peningkatan 25% hingga 30% dibandingkan hari biasanya," ucapnya ditemui BPTT Yogyakarta selepas Apel Gelar Pasukan Posko Angkutan Lebaran 2026, Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan data sementara hingga Jumat (13/3/2026) pukul 11.00 WIB, total penumpang di wilayah Daop 6 Yogyakarta diperkirakan mencapai 43.503 orang hingga malam hari. Angka tersebut terdiri atas 23.583 penumpang kedatangan dan 20.920 penumpang keberangkatan. Feni menambahkan, jumlah tersebut masih dapat berubah karena penjualan tiket terus berlangsung hingga tengah malam.
Berikut enam stasiun dengan volume kedatangan penumpang terbanyak di wilayah Daop 6 Yogyakarta:
Stasiun Yogyakarta dengan volume kedatangan mencapai 10.179 penumpang
Stasiun Lempuyangan dengan volume kedatangan mencapai 5.158 penumpang
Stasiun Solo Balapan dengan volume kedatangan mencapai 4.486 penumpang
Stasiun Klaten dengan volume kedatangan mencapai 2.708 penumpang
Stasiun Purwosari dengan volume kedatangan mencapai 1.065 penumpang
Stasiun Wates dengan volume kedatangan mencapai 660 penumpang
Sementara itu, enam stasiun dengan volume keberangkatan penumpang terbanyak adalah sebagai berikut:
Stasiun Yogyakarta dengan volume keberangkatan mencapai 8.628 penumpang
Stasiun Lempuyangan dengan volume keberangkatan mencapai 5.799 penumpang
Stasiun Solo Balapan dengan volume keberangkatan mencapai 4.577 penumpang
Stasiun Purwosari dengan volume keberangkatan mencapai 1.059 penumpang
Stasiun Klaten dengan volume keberangkatan mencapai 587 penumpang
Stasiun Wates dengan volume keberangkatan mencapai 435 penumpang
Feni menjelaskan, Masa Angkutan Lebaran 2026 berlangsung selama 22 hari, yakni mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Selama periode tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta menyediakan sekitar 525.000 tempat duduk bagi penumpang kereta api. Hingga saat ini, tingkat okupansi tiket telah mencapai sekitar 64%.
"Jadi tersisa sekitar 200.000 tempat duduk lagi, oleh karena itu kami himbau kepada masyarakat yang belum merencanakan mudik ataupun balik untuk segera melakukan pemesanan tiket agar tidak kehabisan tiket," tuturnya.
Menurutnya, kota tujuan favorit penumpang dari wilayah Daop 6 Yogyakarta masih didominasi rute menuju Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Sementara itu, puncak pemesanan tiket dari wilayah Daop 6 diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran, KAI Daop 6 juga mengoperasikan 12 kereta api tambahan. Rinciannya terdiri atas 10 kereta api jarak jauh komersial dan dua kereta api Motis.
Selain menambah perjalanan kereta, KAI Daop 6 Yogyakarta juga memperkuat layanan di sejumlah stasiun utama seperti Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Wates, dan Purwosari dengan menyiagakan petugas tambahan.
Sebanyak 28 petugas customer service disiapkan untuk membantu penumpang yang membutuhkan informasi. Para petugas tersebut bersiaga secara mobile di area stasiun guna mempermudah pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi keamanan, KAI Daop 6 juga menambah 52 personel pengamanan tambahan yang bekerja sama dengan unsur TNI dan Polri.
Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengatur kelancaran arus kendaraan di sekitar stasiun, terutama pada titik-titik yang berpotensi mengalami kemacetan selama masa arus mudik.
"Kami sudah melakukan koordinasi ya dengan rekan-rekan Dishub, nanti rekan-rekan Dishub akan ada patroli di akses-akses menuju stasiun, terutama di titik-titik yang kita anggap akan ada titik kemacetan," jelasnya.
Feni memproyeksikan volume penumpang pada Angkutan Lebaran 2026 akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dengan peningkatan sekitar 5% hingga 8%. Salah satu faktor pendorongnya adalah hadirnya sarana kereta baru, termasuk kereta Ekonomi Kerakyatan yang mulai beroperasi tahun ini.
"Kita juga meningkatkan sarana dengan peremajaan sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penumpang untuk mencoba mudik menggunakan sarana-sarana barunya kereta api KAI."
Sementara itu, EVP Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo, yang bertindak sebagai Pembina Apel Gelar Pasukan Posko Angkutan Lebaran 2026 di BPTT Yogyakarta, menyampaikan bahwa Daop 6 mendirikan Posko Angkutan Lebaran mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026 atau selama 18 hari.
Menurut Bambang, periode Angkutan Lebaran merupakan momentum penting yang membutuhkan kesiapan penuh seluruh jajaran KAI Daop 6 Yogyakarta untuk memastikan perjalanan kereta api berjalan aman dan lancar.
"KAI Daop 6 turut berperan besar untuk memastikan operasional berjalan dengan aman dan terkendali," ujar Bambang dalam amanatnya membacakan sambutan Direktur Utama KAI.
Ia menambahkan bahwa berbagai aspek telah dipersiapkan untuk menghadapi lonjakan penumpang mudik dan arus balik Lebaran, mulai dari kesiapan sumber daya manusia hingga pelayanan kepada pelanggan.
Para petugas operasional seperti masinis dan asisten masinis dipastikan siap menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP). Selain itu, petugas frontliner seperti kondektur, prama dan prami, serta customer service juga diinstruksikan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan selama masa Angkutan Lebaran berlangsung, dengan fokus pada keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

5 hours ago
4

















































