PADANG, KLIKPOSITIF– Mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional dengan meraih Predikat Bronze Medal pada ajang 2nd International Student Summit & Competition 2026 yang diselenggarakan di Malaysia pada 14–15 Februari 2026.
Capaian dari pergruan tinggi vokasi di Sumatera Barat (Sumbar) ini menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa pendidikan vokasi Indonesia, khususnya Sumbar, mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat global.
Pada kompetisi tersebut, sebanyak enam tim mahasiswa PNP berhasil lolos seleksi internasional. Tim tersebut terdiri dari dua tim pada kategori International Student Summit (ISS) dan empat tim pada kategori International Student Competition (ISC).
Dari seluruh tim yang lolos, sembilan mahasiswa PNP berkesempatan hadir langsung di Malaysia untuk mempresentasikan berbagai karya inovatif yang dikembangkan.
Karya yang ditampilkan mengangkat solusi berbasis teknologi terapan yang relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan masyarakat. Beberapa inovasi yang dipresentasikan antara lain teknologi drone untuk mitigasi bencana berbasis Internet of Things (IoT) dan digital twin.
Kemudian, sistem terintegrasi untuk pengembangan potensi desa, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam berbagai sektor, hingga pengembangan teknologi energi terbarukan.
Selama mengikuti kompetisi, delegasi mahasiswa PNP didampingi oleh dosen pembimbing, Prof. Yuli, yang berperan dalam memastikan kesiapan akademik mahasiswa, kualitas materi presentasi, serta strategi penyampaian inovasi di forum internasional.
Direktur Politeknik Negeri Padang, Revalin Herdianto, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PNP memiliki kemampuan inovasi dan daya saing yang kuat di tingkat internasional.
“Alhamdulillah, kami bangga dan bersyukur atas prestasi internasional yang diraih mahasiswa PNP. Capaian Bronze Medal yang diraih menjadi indikator bahwa kualitas inovasi mahasiswa PNP mampu bersaing di tingkat global,” katanya.
Keberhasilan ini, katanya melanjutkan, tidak hanya membanggakan institusi, tetapi juga menunjukkan bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan inovator muda yang kompeten dan berdaya saing global.
“Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen PNP dalam mendorong internasionalisasi pendidikan vokasi serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan industry,” katanya.
Kemudian, keikutsertaan mahasiswa PNP dalam forum internasional ini sekaligus menjadi ajang bagi mahasiswa vokasi untuk menunjukkan kemampuan riset terapan dan kreativitas. “Termasuk juga kemampuan presentasi di hadapan juri dan peserta dari berbagai negara,” ujarnya.
Menurut Revalin, berbagai inovasi yang dipersentasikan di ajang internasional itu memiliki nilai strategis, karena tidak hanya menawarkan solusi teknologi, tetapi juga menjawab tantangan global.
“Diantaranya, penguatan sistem mitigasi bencana, pengembangan ekonomi desa berbasis digital, serta pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Inovasi ini sangat strategis sekali,” ujar Revalin.
Sebagai perguruan tinggi vokasi, tambahnya, PNP memiliki komitmen kuat untuk mendorong lahirnya inovasi dari mahasiswa maupun dosen melalui berbagai program pengembangan riset terapan, kolaborasi industri, serta dukungan terhadap kegiatan kompetisi dan forum ilmiah internasional.
“PNP akan terus memperluas ruang bagi mahasiswa untuk berinovasi, berkolaborasi lintas negara, serta berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global melalui penguatan pendidikan vokasi,” pungkas Revalin.(*)

5 hours ago
1


















































