Jumali Jum'at, 26 Juni 2026 09:27 WIB

Pembalap Ducati Marc Marquez. ANTARA/Ducati/am.
Harianjogja.com, JOGJA— Marc Marquez mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dalam perburuan gelar MotoGP 2026. Setelah meraih dua kemenangan beruntun di Hungaria dan Republik Ceko, pembalap berjuluk Baby Alien itu kini mengirim sinyal ancaman kepada para rivalnya dengan menargetkan fase agresif mulai seri Jerman dan Inggris setelah jeda musim panas.
Tambahan 50 poin dari dua kemenangan terakhir membuat posisi Marquez merangkak ke peringkat keempat klasemen sementara MotoGP 2026 dengan koleksi 140 poin. Meski masih tertinggal 40 angka dari pemuncak klasemen Marco Bezzecchi, tren positif tersebut membuat peluangnya kembali terbuka dalam persaingan perebutan gelar juara dunia.
Marquez mengakui dirinya mulai menemukan kembali kepercayaan diri setelah melewati periode sulit akibat cedera dan masalah kebugaran yang sempat menghambat performanya dalam beberapa musim terakhir.
"Saya berharap (akan melawan) setelah jeda musim panas. Tentu saja, Sachsenring adalah sirkuit di mana saya ingin mulai menyerang," ujar Marquez seperti dikutip Crash, Jumat (26/6/2026).
Meski demikian, pembalap asal Spanyol itu belum ingin terlalu percaya diri. Ia menilai kondisi fisiknya masih menjadi faktor yang harus terus diperhatikan sebelum benar-benar menekan para pesaingnya di papan atas klasemen.
"Tapi, saya berharap setelah jeda musim panas. Saya tidak bisa bilang saya yakin tetapi saya berharap bisa memiliki kondisi fisik yang memungkinkan saya untuk membalap sesuka saya," lanjutnya.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian menjelang MotoGP Belanda 2026 yang berlangsung di Sirkuit TT Assen pada 26-28 Juni. Assen bukan lintasan asing bagi Marquez. Musim lalu, ia berhasil keluar sebagai pemenang di sirkuit legendaris yang dikenal dengan julukan "Katedral Kecepatan" tersebut.
Namun, alih-alih memasang target tinggi, Marquez memilih bersikap realistis. Ia tidak ingin euforia dua kemenangan beruntun justru membuatnya kehilangan fokus di lintasan yang terkenal memiliki karakter tikungan cepat dan cuaca yang sulit diprediksi.
Kondisi fisik menjadi perhatian utama mantan juara dunia tersebut. Marquez mengaku belum sepenuhnya berada pada level kebugaran ideal dan masih berusaha mencapai performa terbaiknya secara bertahap sepanjang musim.
"Benar, saya tidak tahu apakah saya bisa mencapai 100 persen di masa depan, tetapi target saya adalah mencoba untuk mencapai 100 persen itu di setiap akhir pekan," tegasnya.
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa Marquez masih berada dalam fase pemulihan dan adaptasi. Kendati demikian, hasil dua seri terakhir menjadi bukti bahwa kecepatannya mulai kembali dan mampu bersaing dengan para pembalap papan atas.
Persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 diprediksi semakin ketat memasuki paruh kedua musim. Selain Bezzecchi yang masih memimpin klasemen, sejumlah nama seperti Francesco Bagnaia dan Jorge Martin juga terus menjaga konsistensi dalam perebutan poin.
Bagi Marquez, Sachsenring bisa menjadi titik balik penting. Sirkuit di Jerman tersebut memiliki sejarah spesial karena menjadi salah satu trek yang paling sering memberinya kemenangan sepanjang karier. Jika mampu tampil kompetitif di sana, peluangnya untuk memangkas jarak dari para pesaing akan semakin besar.
Dengan momentum yang mulai terbentuk dan kepercayaan diri yang kembali meningkat, paruh kedua MotoGP 2026 berpotensi menjadi panggung kebangkitan salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah kejuaraan dunia balap motor tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
1

















































