Mengenal Ventricular Bigeminy, Gangguan Irama Jantung yang Umumnya Tidak Berbahaya

2 days ago 7

Hayati Sumbar

KLIKPOSITIF – Gangguan irama jantung yang dikenal sebagai ventricular bigeminy merupakan kondisi di mana detak jantung menunjukkan pola tidak normal, yakni satu detak normal diikuti satu detak tambahan yang datang lebih cepat, kemudian disertai jeda singkat.

Kondisi ini berkaitan dengan Premature Ventricular Contractions (PVC), yaitu kontraksi dini yang terjadi di bilik bawah jantung (ventrikel). Setelah kontraksi prematur tersebut, jantung biasanya berhenti sejenak sebelum kembali ke ritme normal. Sensasi ini kerap dirasakan seperti jantung “berhenti sesaat” atau berdetak lebih kuat dari biasanya.

Para ahli menjelaskan bahwa ventricular bigeminy terjadi ketika setiap detak normal selalu diikuti oleh satu PVC. Kondisi serupa juga bisa terjadi di bilik atas jantung (atrium), yang disebut Premature Atrial Contractions, dan dikenal sebagai atrial bigeminy, yang umumnya lebih ringan dan sering tidak disadari.

Baca Juga

Secara umum, bigeminy tidak berbahaya, terutama pada individu dengan jantung yang sehat. Namun, kondisi ini dapat menimbulkan sensasi tidak nyaman seperti jantung berdebar, terasa “meloncat”, atau berdetak tidak teratur.

Berbagai faktor dapat memicu gangguan irama ini, antara lain konsumsi kafein dan alkohol berlebihan, merokok, stres emosional, kurang tidur, dehidrasi, hingga ketidakseimbangan elektrolit. Selain itu, beberapa kondisi medis seperti gangguan tiroid, anemia, tekanan darah tinggi, hingga riwayat serangan jantung juga dapat berkontribusi.

Dalam banyak kasus, kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Namun, pemeriksaan medis tetap diperlukan jika muncul gejala seperti pusing, nyeri dada, sesak napas, atau kelelahan yang tidak biasa.

Diagnosis biasanya dilakukan melalui pemeriksaan Electrocardiogram (EKG) untuk merekam aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan lanjutan seperti ekokardiogram atau pemantauan jantung jangka panjang juga dapat dilakukan untuk memastikan tidak adanya kelainan pada otot jantung.

Meski jarang, ventricular bigeminy yang berlangsung lama dapat memengaruhi kekuatan otot jantung. Namun demikian, sebagian besar kasus tidak menyebabkan komplikasi serius. Para ahli mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, termasuk mengelola stres, cukup tidur, serta menghindari konsumsi zat pemicu, guna menjaga kesehatan jantung secara optimal.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news