Mulai Hari Ini Sampah Bantul Diangkut Sesuai Jenis dan Harus Dipilah

6 hours ago 3

Mulai Hari Ini Sampah Bantul Diangkut Sesuai Jenis dan Harus Dipilah Pelepasan armada pengangkutan sampah yang digelar Pemkab Bantul di kantor UPTD KPP DLH Bantul, Senin (4/5/2026). Per hari ini pemerintah setempat memberlakukan pengangkutan sampah sesuai jenis sejak dari sumbernya. - Harian Jogja/Yosef Leon.

Harianjogja.com, BANTUL — Pemerintah Kabupaten Bantul resmi menerapkan sistem pengangkutan sampah terpilah dari tingkat rumah tangga guna mengoptimalkan pengelolaan sejak sumbernya. Kebijakan ini menekankan kewajiban warga memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum diangkut sesuai jadwal menuju fasilitas pengolahan akhir.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi pengolahan sampah, mengingat setiap jenis sampah memerlukan perlakuan berbeda. Dengan sistem baru ini, proses yang sebelumnya terkendala akibat sampah tercampur diharapkan menjadi lebih cepat dan tidak membebani tenaga petugas di lapangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memudahkan pengelolaan karena proses dalam pengolahan sampah berbeda-beda tergantung dari jenisnya. Sampah yang tercampur kata dia membuat waktu pengerjaan jadi semakin lama dan menguras energi petugas.

"Misalnya organik itu kalau diolah kan bisa menjadi pupuk, kompos, dan lain-lain. Itu tentu tidak bisa dicampur dengan anorganik," kata Agus, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, selama ini pengangkutan sampah rumah tangga menuju TPST atau depo masih kerap dalam kondisi tercampur. Kondisi tersebut terjadi antara lain karena belum adanya pemisahan jadwal pengangkutan antara sampah organik dan anorganik.

"Gerakan memilah sampah ini sebenarnya sudah lama kami gaungkan, tetapi kalau pengambilan harinya itu bareng, ya kemudian mereka males lagi. Terus kemudian ya campur lagi," ungkapnya.

Kini, dengan jadwal pengangkutan yang telah dipisahkan, masyarakat dituntut lebih disiplin dalam memilah sampah. Bahkan, petugas tidak akan mengangkut sampah yang masih tercampur sebagai bentuk penegakan aturan.

"Ini juga bentuk ketegasan. Misalnya hari ini kami tidak ambil sampah organik, kalau itu masih campur, kami enggak ambil. Ya, kami suruh dipilah, pilah dulu baru kami ambil sampahnya," terangnya.

Pelaksana Harian Kepala DLH Bantul, Fenty Yusdayati, mengungkapkan jadwal pengangkutan sampah organik dilakukan pada Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat, sementara hari lainnya dialokasikan untuk jenis sampah berbeda. Dalam skema ini, setiap pelanggan mendapatkan layanan dua kali pengangkutan sampah organik dan satu kali anorganik setiap pekan.

"Untuk pasar pun beda, tergantung hari pasarnya dan yang di jalan-jalan itu tiap hari kami ambil juga. Sebelum ini sosialisasi paralel juga sudah kami sampaikan kepada masyarakat," jelasnya.

Program ini mulai diberlakukan hari ini dan akan dievaluasi secara berkala setiap pekan. Jika masih ditemukan sampah tercampur dalam jumlah kecil di depo, kondisi tersebut masih ditoleransi. Namun, jika jumlahnya signifikan, maka akan dilakukan evaluasi terhadap petugas maupun sistem pengangkutan.

"Kami juga koordinasi dengan DKUKMPP untuk di pasar, itu kan sampahnya banyak. Di Pasar Imogiri kemarin sudah kami coba untuk pemilahan dan yang anorganik kan bisa dijual kembali," ujarnya.

Sebanyak 38 armada dikerahkan untuk melayani pengangkutan sampah di seluruh wilayah Bantul. Setiap armada rata-rata mengangkut dua ton sampah dari sekitar 18 titik per hari, dengan target total mencapai 100 ton sampah dari 320 titik setiap harinya.

"Kami harapkan masyarakat otomatis lama-lama dia akan menyesuaikan. Jadi jika sebelumnya belum ada kesesuaian antara petugas dan warga sekarang sudah ada panduan dan semoga berjalan lancar," pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news