Jumali Minggu, 28 Juni 2026 09:57 WIB

Nadhif Basalamah/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Penyanyi Nadhif Basalamah yang dikenal lewat lagu Penjaga Hati mengaku menjadi korban pelecehan seksual secara daring melalui media sosial X dan TikTok. Nadhif menyampaikan pengakuan tersebut melalui unggahan di akun pribadinya pada Sabtu (27/6/2026), yang kemudian memicu perhatian luas warganet.
Dalam unggahan tersebut, Nadhif mengungkapkan kondisi emosionalnya yang sudah berada pada titik lelah akibat komentar bernada pelecehan yang terus menerus ia terima. Ia menyebut sudah tidak sanggup lagi menghadapi situasi tersebut dan memutuskan untuk bersuara secara terbuka.
“Aku enggak tahu apakah ini tepat untuk bersuara, dan aku gemetar saat mengetik ini, tapi tingkat pelecehan yang kualami secara daring di X dan TikTok ini sudah tak tertahankan,” tulis Nadhif.
Pernyataan itu dengan cepat menjadi viral dan memicu beragam respons dari publik. Sebagian besar warganet menyampaikan dukungan serta empati kepada Nadhif, sekaligus mengecam tindakan pelecehan yang dialaminya di ruang digital.
Dalam lanjutan unggahannya, Nadhif juga menyoroti anggapan bahwa pelecehan terhadap figur publik merupakan konsekuensi dari popularitas. Ia secara tegas menolak pandangan tersebut dan menyatakan bahwa hal itu tidak dapat dibenarkan.
“Kalau kalian bilang ini konsekuensi dari menjadi tokoh publik, aku lebih baik berhenti saja,” tulisnya.
Untuk memberikan konteks kepada publik, Nadhif turut mengunggah tangkapan layar yang memperlihatkan sejumlah komentar bernada seksual yang ia terima. Sebagian konten tersebut bahkan berupa editan foto yang dinilai tidak pantas dan bersifat merendahkan.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan bukan untuk mencari sensasi, melainkan untuk menunjukkan gambaran nyata dari pelecehan yang dialaminya. “Hanya untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan memberi kalian semua konteks mengenai alasan saya memutuskan untuk membicarakan hal ini,” tulisnya.
Nadhif juga kembali menegaskan permintaannya agar tindakan tersebut dihentikan. Ia menyampaikan bahwa kondisi ini telah membuatnya sangat tidak nyaman dan sulit untuk terus diam.
“Ini tidak boleh, teman-teman. Tolong hentikan perbuatan ini,” ujarnya.
Dalam unggahan lain, ia juga menuliskan perasaannya yang semakin tertekan dengan bahasa Inggris, “I honestly don't know what to say,” yang menggambarkan beratnya situasi yang ia hadapi.
Kasus yang dialami Nadhif kembali menyoroti persoalan serius terkait pelecehan seksual di ruang digital yang masih marak terjadi. Banyak figur publik maupun pengguna media sosial lain yang sebelumnya juga mengaku mengalami hal serupa, menunjukkan bahwa persoalan ini bersifat luas dan berulang.
Ibu Nadhif turut memberikan dukungan melalui unggahan terpisah. Ia menuliskan pesan singkat yang berisi dorongan moral untuk tetap kuat dan menjaga nilai-nilai pribadi.
“Teruslah menjadi pribadi yang rendah hati dan baik. Mama selalu mendukungmu.”
Melalui keberaniannya bersuara, Nadhif berharap kasus ini dapat menjadi pengingat bagi publik mengenai pentingnya etika dalam berinteraksi di ruang digital. Ia juga mendorong korban lain agar tidak takut melaporkan tindakan serupa dan tidak memilih diam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
4

















































