
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nobar Piala Dunia di Gunungkidul diharapkan tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola bersama, tetapi juga mampu menggerakkan UMKM dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul memanfaatkan tingginya antusiasme warga terhadap pertandingan sepak bola untuk memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan penyelenggaraan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia di berbagai wilayah diharapkan dapat menjadi pengungkit perekonomian, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui meningkatnya transaksi ekonomi di tengah masyarakat.
"Nobar tidak hanya menjadi sarana hiburan dan mempererat kebersamaan masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak positif ke perekonomian lokal, khususnya bagi pelaku UMKM," kata Endah di Gunungkidul, Minggu.
Sebagai bagian dari upaya memanfaatkan momentum tersebut, Pemkab Gunungkidul menggelar nobar pertandingan Piala Dunia antara Argentina melawan Yordania di Bangsal Sewokoprojo pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum agar semakin banyak warga dapat berpartisipasi.
Untuk menambah semarak acara, Pemkab Gunungkidul juga menyediakan angkringan gratis yang dapat dinikmati oleh seluruh peserta yang hadir selama kegiatan nobar berlangsung.
"Ini kita datangkan angkringan gratis yang dapat dinikmati seluruh peserta yang hadir di nobar," ujarnya.
Endah menuturkan nobar Piala Dunia di Gunungkidul berlangsung meriah dengan dihadiri masyarakat, kepala perangkat daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gunungkidul.
"Kami harapkan kegiatan ini bisa menggerakkan perekonomian masyarakat," katanya.
Menurut Endah, penyelenggaraan Piala Dunia memiliki potensi memberikan manfaat ekonomi bagi berbagai pelaku UMKM. Tidak hanya pedagang makanan dan minuman, tetapi juga penjual atribut maupun jersey sepak bola yang memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap pertandingan internasional tersebut.
Selain mempertimbangkan potensi ekonomi, Pemkab Gunungkidul memilih pelaksanaan nobar pada hari Minggu agar masyarakat dapat mengikuti kegiatan tanpa mengganggu aktivitas pekerjaan karena bertepatan dengan hari libur.
"Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memilih hari ini karena bertepatan dengan hari Minggu atau hari libur, sehingga tidak mengganggu jadwal kerja," kata Endah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

10 hours ago
6

















































