Jumali Minggu, 28 Juni 2026 09:07 WIB

laga Ghana vs Panama (merah)/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Panama menjadi satu-satunya tim yang gagal mencetak gol pada fase grup Piala Dunia 2026. Di tengah meningkatnya produktivitas peserta turnamen, tim berjulukan Los Canaleros itu justru menutup perjalanan mereka dengan catatan nol gol dari tiga pertandingan.
Piala Dunia 2026 menghadirkan statistik yang menarik. Dari total 48 tim yang tampil pada fase grup, sebanyak 47 tim berhasil mencetak setidaknya satu gol. Catatan tersebut menunjukkan semakin meratanya kualitas sepak bola dunia dan meningkatnya efektivitas serangan dari berbagai negara peserta.
Namun, Panama menjadi pengecualian. Tergabung di Grup L bersama Inggris, Kroasia, dan Ghana, tim asuhan Thomas Christiansen gagal memanfaatkan peluang yang mereka miliki dan harus pulang tanpa mencatatkan satu gol pun.
Perjalanan Panama dimulai dengan kekalahan tipis 0-1 dari Ghana. Gol tunggal Jordan Ayew pada menit ke-62 menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Hasil itu membuat Panama berada dalam tekanan sejak awal kompetisi.
Situasi tidak membaik pada laga kedua. Menghadapi Kroasia, Panama kembali kalah dengan skor identik 0-1. Kali ini giliran Petar Sucic yang menjadi mimpi buruk setelah mencetak gol kemenangan Kroasia pada menit ke-32.
Harapan meraih hasil positif pada laga terakhir juga tidak terwujud. Menghadapi Inggris yang membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisi juara grup, Panama tumbang 0-2 melalui gol Jude Bellingham dan Harry Kane pada babak kedua.
Dari tiga pertandingan tersebut, Panama kebobolan empat gol dan tidak mampu membalas satu pun. Statistik menunjukkan mereka sebenarnya masih mampu menciptakan ancaman. Total terdapat sembilan tembakan tepat sasaran yang dilepaskan sepanjang fase grup.
Namun, seluruh peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol. Minimnya penyelesaian akhir menjadi faktor utama yang membuat Panama tidak mampu bersaing dengan tiga rivalnya di Grup L.
Catatan tersebut terasa semakin menyakitkan karena Panama bukan pendatang baru di Piala Dunia. Negara tersebut sebelumnya tampil pada edisi 2018 di Rusia dan sempat mencatatkan sejarah dengan mencetak dua gol.
Gol pertama Panama di Piala Dunia dicetak Felipe Baloy saat menghadapi Inggris. Sementara satu gol lainnya lahir melalui Román Torres dalam pertandingan melawan Tunisia.
Meski saat itu juga gagal lolos ke fase gugur, Panama setidaknya mampu meninggalkan jejak di papan skor. Karena itu, kegagalan mencetak gol pada Piala Dunia 2026 menjadi kemunduran tersendiri bagi perkembangan sepak bola negara tersebut.
Jika dibandingkan dengan beberapa tim debutan pada edisi kali ini, catatan Panama terlihat semakin kontras. Haiti, yang menjalani debut di Piala Dunia 2026, mampu mencetak dua gol selama fase grup. Sementara Curacao juga berhasil mencatatkan satu gol meski akhirnya tersingkir.
Fakta bahwa seluruh peserta lain mampu mencetak gol membuat Panama berdiri sendirian dalam statistik yang tidak diharapkan. Di turnamen sebesar Piala Dunia, efektivitas di depan gawang sering kali menjadi pembeda antara keberhasilan dan kegagalan.
Bagi Panama, Piala Dunia 2026 menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya ketajaman lini serang. Mereka mungkin mampu menciptakan peluang, tetapi tanpa penyelesaian yang efektif, kesempatan untuk bersaing di panggung tertinggi sepak bola dunia akan selalu sulit diwujudkan.
Kini, setelah menjadi satu-satunya tim tanpa gol pada fase grup, Panama harus melakukan evaluasi menyeluruh jika ingin kembali tampil lebih kompetitif pada turnamen internasional berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
4

















































