KLIKPOSITIF- Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp17 ribu per liter mulai berdampak pada aktivitas perdagangan di Pasar Raya Padang. Sejumlah pedagang bahan pokok mengaku jumlah pembeli menurun sejak beberapa hari terakhir.
Salah seorang pedagang, Ujang, mengatakan penurunan kunjungan pembeli mulai dirasakan setelah harga Pertamax naik pada 10 Juni 2026. Menurutnya, jumlah pembeli yang datang ke pasar berkurang sekitar 25 persen dibandingkan hari-hari biasa.
“Pengaruhnya terasa. Biasanya pasar cukup ramai, sekarang pembeli turun sekitar 25 persen,” ungkap Ujang saat ditemui di Pasar Raya Padang, Selasa (16/6/2026).
Ia menyebut berkurangnya pengunjung berdampak langsung terhadap omzet pedagang. Aktivitas jual beli yang sebelumnya ramai sejak pagi kini terlihat lebih landai.
“Kalau pembeli berkurang, tentu penjualan ikut turun. Sampai sekarang masih terasa sekitar 25 persen dibanding biasanya,” terangnya.
Keluhan serupa disampaikan Eko (42), pedagang lainnya di Pasar Raya Padang. Ia menilai melemahnya daya beli masyarakat kemungkinan dipengaruhi kenaikan harga Pertamax yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Memang agak sepi dibanding biasanya. Mungkin dampak harga Pertamax yang mahal, sementara Pertalite juga sering sulit didapat,” jelasnya.
Sementara itu, pedagang bahan pokok lainnya, Yunasmi (54), berharap kondisi pasar segera kembali normal. Ia berharap daya beli masyarakat meningkat sehingga aktivitas perdagangan kembali bergairah.
“Mudah-mudahan pembeli kembali ramai seperti biasanya,” ucapnya.
Pantauan Katasumbar di Pasar Raya Padang pada Selasa siang menunjukkan aktivitas perdagangan tetap berlangsung normal.
Namun, sejumlah pedagang mengaku tingkat pengunjung tidak seramai sebelum kenaikan harga Pertamax. Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang mulai merasakan penurunan penjualan dalam sepekan terakhir.

6 hours ago
4




















































