KLIKPOSITIF- Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Barat, R. Darma Wijaya memastikan distribusi dan ketersediaan MinyaKita di wilayah Sumbar dalam kondisi aman. Meski sempat muncul isu kelangkaan serta harga yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), Bulog menyebut kondisi secara umum masih terkendali.
Hal tersebut disampaikan Darma Wijaya saat diwawancarai di Kantor Bulog Sumbar, Kota Padang, Kamis (7/5/2026). Ia menegaskan, pendistribusian minyak subsidi tersebut saat ini berjalan lancar dan berada dalam kategori “hijau” berdasarkan laporan Kementerian.
“Kalau di Sumatera Barat sendiri, kita sudah bisa lihat dari laporan kementerian, khususnya di pasar SP2KP, posisi kita hijau,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, untuk memastikan distribusi tetap berjalan baik, Bulog terus melakukan pemasokan secara berkala ke sejumlah pasar yang menjadi pusat transaksi masyarakat.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat terhadap MinyaKita tetap terpenuhi dan distribusinya sesuai dengan tujuan pemerintah.
“Karena memang kita ingin memastikan masyarakat Sumbar dapat memperolehnya dengan lancar. Nah, ini upaya-upaya yang kita lakukan,”terangnya.
Meski demikian, Ia tidak menampik masih ditemukan harga MinyaKita yang dijual di atas HET di sejumlah daerah. Untuk mengatasi hal itu, pihaknya akan terus mengoptimalkan pengawasan di lapangan.
“Saya kira beberapa daerah sudah kita lakukan pengecekan dan sebagainya. Namun demikian, kita juga membutuhkan informasi tambahan dari masyarakat. Kalau pun ada harga yang di atas HET, mungkin sifatnya situasional. Tapi secara umum, gambaran kondisi kita masih hijau seperti yang disampaikan sebelumnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, Bulog terus berupaya menghadirkan distribusi MinyaKita secara merata di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. “Karena kita ingin hadir di 19 kabupaten/kota dan Alhamdulillah itu terlihat dari laporan pasar-pasar ke kementerian, posisi kita masih dalam kondisi hijau,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, salah satu daerah yang masih mencatat harga MinyaKita di atas HET adalah Kabupaten Pesisir Selatan. Berdasarkan laporan Dinas Perdagangan setempat per Rabu (6/5/2026), harga MinyaKita mencapai Rp17 ribu per liter.
Harga tersebut masih berada di atas HET yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2024, yakni sebesar Rp15.700 per liter.

1 day ago
10



















































