Pemko Padang Percepat Pemulihan Irigasi Pascabencana, Air untuk Sawah Petani Segera Mengalir Kembali

4 hours ago 1

PADANG, KLIKPOSITIF — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang terus mempercepat pemulihan infrastruktur irigasi yang rusak akibat bencana yang melanda pada November dan Desember 2025. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pasokan air ke lahan pertanian masyarakat kembali normal sehingga aktivitas bercocok tanam dapat berjalan tanpa hambatan.

Kerusakan sejumlah jaringan irigasi akibat banjir dan galodo pada akhir tahun lalu telah berdampak langsung terhadap areal persawahan warga di berbagai wilayah Kota Padang. Tidak sedikit petani yang mengeluhkan berkurangnya pasokan air sehingga mengganggu jadwal tanam dan produktivitas pertanian mereka.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemko Padang menjadikan pemulihan irigasi sebagai salah satu program prioritas. Selain memperbaiki infrastruktur yang rusak, pemerintah juga bergerak cepat melakukan berbagai langkah darurat guna memastikan sawah masyarakat tidak terlalu lama mengalami kekeringan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PUPR Kota Padang, Well Off Sanora, mengatakan bahwa kerusakan jaringan irigasi pascabencana menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan sektor pertanian masyarakat.

“Terkait dengan kondisi irigasi di Kota Padang pascabencana November dan Desember tahun lalu, ada beberapa irigasi yang rusak mengakibatkan tidak teralirinya air ke sawah-sawah masyarakat,” ujar Well Off Sanora, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, untuk mempercepat penanganan, Pemko Padang menjalin sinergi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) serta Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatra Barat. Kolaborasi tersebut dilakukan agar proses pemulihan infrastruktur pengairan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Melalui skema pendanaan Transfer ke Daerah (TKD) pada anggaran pergeseran, Dinas PUPR Kota Padang telah menyiapkan sebanyak 17 paket pekerjaan fisik khusus untuk rehabilitasi jaringan irigasi. Saat ini seluruh paket tersebut masih berada pada tahap penyusunan dokumen perencanaan.

“Untuk Kota Padang dilaksanakan melalui dana TKD di anggaran pergeseran, dan sekarang prosesnya di tahap perencanaan. Dan insyaallah dalam minggu depan itu sudah selesai, dan akan kita lelang pekerjaan fisiknya,” katanya.

Selain menyiapkan proyek rehabilitasi melalui mekanisme anggaran tersebut, Pemko Padang juga melakukan penanganan darurat menggunakan dana operasional dan pemeliharaan. Langkah ini ditempuh agar perbaikan tidak harus menunggu proses lelang selesai, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya.

Well Off menjelaskan bahwa pekerjaan fisik pemeliharaan sudah mulai dilakukan sejak Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pergeseran ditandatangani. Fokus pengerjaan diarahkan pada kawasan-kawasan yang mengalami kerusakan paling parah akibat bencana tahun lalu.

“Untuk operasional dan pemeliharaan, kita sudah, pekerjaan fisiknya sudah mulai kita laksanakan terhitung sejak DPA pergeseran ditandatangani. Dan itu dikerjakan di daerah-daerah terdampak bencana, seperti di kawasan Lubuk Minturun, Guo, Gunung Nago, dan daerah-daerah lain yang terdampak bencana galodo di tahun lalu,” jelasnya.

Pemulihan irigasi tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi jaringan pengairan secara optimal sehingga ribuan hektare lahan pertanian yang selama ini terdampak kekurangan air dapat kembali produktif. Dengan ketersediaan air yang memadai, petani juga dapat segera memulai musim tanam dan menjaga stabilitas produksi pangan daerah.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news