Pemko Padang Perkuat Sinergi Lintas OPD Wujudkan Kota Pangan Aman 2026

3 hours ago 3

PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang terus memperkuat komitmennya dalam menjamin keamanan pangan bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menyatukan langkah seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) melalui evaluasi indikator kinerja lintas sektor dalam mewujudkan Kota Pangan Aman Tahun 2026.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan pendampingan pengisian tools Kabupaten/Kota Pangan Aman yang digelar di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama terhadap indikator penilaian sekaligus memperkuat koordinasi dalam memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan.

Pertemuan dihadiri Kepala Bappeda Kota Padang Swesti Fanloni, Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Ahli BBPOM Padang Asfrianti, PFM Ahli BBPOM Padang Reni Septrianti, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati, Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Padang Edrian Edward, serta sejumlah perwakilan perangkat daerah terkait.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang bersama Sekretaris Daerah Kota Padang beberapa waktu lalu. Melalui pertemuan ini, seluruh OPD melakukan evaluasi terhadap berbagai evidence atau bukti pendukung yang menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan program di masing-masing perangkat daerah.

Evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh dokumen, data, dan program yang telah dilaksanakan memenuhi indikator penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi setiap OPD dalam mengidentifikasi berbagai kekurangan sehingga dapat segera dilakukan penyempurnaan sebelum proses penilaian berlangsung.

Kepala Bappeda Kota Padang, Swesti Fanloni, menegaskan bahwa pencapaian predikat Kota Pangan Aman tidak dapat diwujudkan oleh satu instansi saja. Menurutnya, keberhasilan sangat bergantung pada harmonisasi program, kesamaan persepsi, serta kolaborasi seluruh perangkat daerah yang memiliki peran dalam pengawasan, distribusi, hingga edukasi mengenai pangan yang aman bagi masyarakat.

“Hari ini kita memastikan kesamaan gerak perangkat daerah dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Kita bergerak bersama menciptakan harmonisasi untuk memastikan seluruh pangan di Kota Padang aman dikonsumsi masyarakat,” ujar Swesti.

Ia menjelaskan bahwa keamanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan daerah karena berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, seluruh OPD diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing dengan tetap mengedepankan koordinasi lintas sektor.

Swesti juga menilai evaluasi berkala terhadap indikator kinerja menjadi langkah penting agar seluruh perangkat daerah tetap berada pada jalur yang sama dalam mencapai target yang telah ditetapkan. Dengan demikian, berbagai program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dalam membangun sistem pengawasan pangan yang terintegrasi.

Sementara itu, Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Ahli BBPOM Padang, Asfrianti, mengatakan kehadiran tim BBPOM dalam kegiatan tersebut bertujuan memberikan asistensi teknis kepada seluruh perangkat daerah dalam proses pengisian instrumen penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman.

Menurutnya, pendampingan dilakukan agar setiap OPD memahami secara rinci indikator yang harus dipenuhi serta mampu menyajikan data dan bukti pendukung secara lengkap dan akurat.

“Besar harapan kami, melalui kegiatan ini seluruh OPD dapat melengkapi data yang dibutuhkan secara maksimal, sehingga mampu mengantarkan Kota Padang meraih predikat juara Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2026,” kata Asfrianti.

Ia menambahkan bahwa kelengkapan data dan kesesuaian dokumen menjadi salah satu faktor penting dalam proses penilaian. Oleh karena itu, BBPOM terus memberikan bimbingan teknis agar seluruh perangkat daerah mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Hal senada disampaikan PFM Ahli BBPOM Padang, Reni Septrianti. Ia menekankan bahwa keberhasilan mewujudkan Kota Pangan Aman merupakan hasil dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, instansi teknis, hingga masyarakat.

Menurutnya, proses self-assessment atau penilaian mandiri menjadi tahapan penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan daerah dalam memenuhi indikator yang telah ditetapkan secara nasional.

“Keterlibatan aktif seluruh OPD sangat berdampak pada maksimalnya pengisian tools. Dengan pendampingan intensif ini, kita optimis Kota Padang mampu mencapai level tertinggi tersebut dan menjaga keberlanjutannya di tahun-tahun mendatang,” ujar Reni.

Melalui evaluasi lintas OPD ini, Pemerintah Kota Padang berharap seluruh perangkat daerah dapat semakin memperkuat sinergi dalam membangun sistem keamanan pangan yang komprehensif. Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk meraih predikat Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2026, tetapi juga sebagai bentuk komitmen menghadirkan pangan yang aman, sehat, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Kota Padang secara berkelanjutan.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news