Pendapatan Way Kanan Turun Rp164 Miliar, Bapenda Targetkan PAD Pajak Naik 7 Persen

4 hours ago 2

Hayati Sumbar

KLIKPOSITIF – Kondisi fiskal Kabupaten Way Kanan tengah berada dalam tekanan. Pendapatan daerah tercatat mengalami penurunan signifikan hingga sekitar Rp164 miliar, angka yang cukup besar bagi daerah yang masih bergantung pada dana transfer pusat.

Di tengah situasi tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Way Kanan yang baru, Meli Ardian, memasang target optimistis peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak sebesar 7 persen pada 2025–2026.

Penurunan pendapatan ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas pengelolaan potensi daerah. Namun Meli menegaskan bahwa struktur pendapatan daerah terdiri dari berbagai komponen dan tidak seluruhnya berada di bawah kewenangan Bapenda.

“Pendapatan daerah itu bermacam-macam, ada pajak, retribusi, ada kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain. Untuk di Bapenda, wewenang penuh kami fokus di pajak. Kalau retribusi dan lainnya, kami hanya sebagai koordinator,” ujar Meli di ruang kerjanya, Rabu (25/2/2026).

Data Bapenda menunjukkan sektor pajak justru mengalami kenaikan 7 persen. Tahun lalu realisasi pajak sebesar Rp43,3 miliar dan tahun ini meningkat menjadi Rp46,1 miliar. Capaian ini menjadi titik terang di tengah tren penurunan pendapatan secara umum.

Sebaliknya, retribusi daerah turun dari Rp49 miliar menjadi Rp44 miliar. Penurunan terbesar terjadi pada retribusi pelayanan kesehatan BLUD.

“Untuk penurunan retribusi itu bukan karena kesalahan Bapenda. Pengelolaannya ada di Dinas Kesehatan BLUD,” jelasnya.

Situasi ini menempatkan pajak sebagai tulang punggung utama PAD. Bapenda pun berupaya bergerak lebih agresif namun tetap berhati-hati agar tidak membebani masyarakat.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memastikan kendaraan operasional, termasuk kendaraan dinas sewa dan kendaraan perusahaan, menggunakan nomor polisi serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Way Kanan.

Selama ini, sejumlah kendaraan tercatat di luar daerah sehingga pajaknya tidak masuk ke kas daerah.

Bapenda juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Samsat, serta OPD terkait agar seluruh perusahaan yang beroperasi di Way Kanan mendaftarkan kendaraannya di daerah.

Baca Juga

“Kami optimistis target tercapai, bahkan insyaallah bisa melebihi,” tegas Meli.

Di tengah turunnya pendapatan hingga ratusan miliar rupiah, publik kini menanti apakah strategi tersebut mampu memperkuat kemandirian fiskal Way Kanan.

Penulis: Ton

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news