Penelitian Terbaru Sebut Konsumsi Yogurt Bantu Turunkan Risiko Kanker Usus Besar

5 hours ago 1

KLIKPOSITIF – Yogurt selama ini dikenal sebagai makanan sehat yang kaya protein, kalsium, dan berbagai nutrisi penting lainnya. Namun, sejumlah penelitian terbaru mulai mengungkap manfaat lain dari makanan fermentasi ini, yakni potensinya dalam membantu menurunkan risiko kanker usus besar atau kanker kolorektal.

Para ahli menjelaskan bahwa manfaat tersebut berkaitan erat dengan mikrobioma usus, yaitu triliunan bakteri yang hidup di dalam saluran pencernaan manusia. Sebagian bakteri berperan melindungi tubuh, sementara sebagian lainnya dapat memicu peradangan hingga pertumbuhan tumor.

Christian Jobin, PhD, peneliti sekaligus Co-Leader Immuno-oncology and Microbiome Program di UF Health Cancer Center, Florida, mengatakan bahwa gaya hidup memiliki pengaruh besar terhadap keseimbangan bakteri di dalam usus.

“Kurangnya aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebihan, serta pola makan tinggi lemak dapat mengurangi nutrisi yang dibutuhkan mikrobioma usus. Kondisi ini pada akhirnya dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh,” ujarnya.

Menurut Jobin, ketika bakteri baik tidak memperoleh nutrisi yang cukup, bakteri berbahaya dapat berkembang lebih bebas dan menghasilkan racun yang berpotensi merusak sel serta DNA, sehingga meningkatkan risiko terbentuknya tumor.

Yogurt dan Peran Probiotik

Yogurt mengandung probiotik, yaitu bakteri baik yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus dan menekan pertumbuhan mikroba berbahaya. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hubungan antara konsumsi yogurt dan pencegahan kanker usus besar tidak sesederhana yang dibayangkan.

“Sulit untuk memahami secara jelas hubungan antara satu perubahan pola makan tertentu dengan kesehatan usus secara keseluruhan. Yogurt mungkin menjadi salah satu faktor yang berkontribusi, tetapi masih banyak faktor lain yang berperan,” kata Jobin.

Kasus Kanker Usus Besar Meningkat pada Usia Muda

Kanker usus besar yang dahulu identik dengan kelompok usia lanjut kini semakin banyak ditemukan pada usia yang lebih muda. Data menunjukkan bahwa sekitar satu dari lima kasus kanker usus besar kini terjadi pada individu berusia di bawah 55 tahun.

Para ahli menduga perubahan gaya hidup dan lingkungan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus tersebut. Faktor risiko yang telah diketahui antara lain obesitas, diabetes, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta pola makan tinggi makanan olahan dan rendah serat.

Penelitian Temukan Hubungan Positif

Sebuah penelitian besar yang dipublikasikan pada 2025 melibatkan lebih dari 130 ribu peserta yang dipantau selama puluhan tahun. Peneliti menelusuri pola makan peserta serta menganalisis sampel tumor pada mereka yang kemudian terdiagnosis kanker usus besar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi yogurt tidak secara langsung berkaitan dengan penurunan risiko kanker usus besar secara keseluruhan. Namun, individu yang mengonsumsi yogurt setidaknya dua kali per minggu memiliki risiko 20 hingga 40 persen lebih rendah mengalami jenis kanker usus tertentu yang mengandung bakteri menguntungkan Bifidobacterium.

Peneliti menilai bakteri baik dari yogurt dapat membantu menekan pertumbuhan mikroba berbahaya, mengurangi peradangan kronis, serta menghasilkan senyawa yang berpotensi melindungi sel dari perubahan menjadi sel kanker.

Masih Perlu Penelitian Lanjutan

Meski hasil penelitian menunjukkan hubungan yang menjanjikan, para ahli menegaskan bahwa bukti yang ada saat ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa yogurt secara langsung dapat mencegah kanker usus besar.

Jobin menjelaskan bahwa bakteri probiotik yang masuk melalui yogurt umumnya tidak menetap lama di dalam usus karena harus bersaing dengan mikrobioma yang telah terbentuk sejak seseorang lahir.

“Biasanya bakteri tersebut hanya lewat dan tidak bertahan lama. Karena itu, jika ada manfaat yang muncul, kemungkinan bersifat sementara dan memerlukan konsumsi secara rutin dalam jangka panjang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penelitian yang lebih ketat dan komprehensif masih diperlukan untuk memastikan sejauh mana peran yogurt dalam menurunkan risiko kanker usus besar.

Kaya Nutrisi dan Baik untuk Kesehatan

Terlepas dari kaitannya dengan pencegahan kanker, yogurt tetap menjadi bagian penting dari pola makan sehat. Makanan ini merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang membantu menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Yogurt juga mengandung kalsium dan fosfor yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta vitamin B seperti riboflavin dan vitamin B12 yang mendukung produksi energi serta fungsi saraf.

Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa konsumsi yogurt secara rutin dapat dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2, meskipun mekanisme pastinya masih terus diteliti.

Dengan berbagai manfaat tersebut, para ahli merekomendasikan yogurt sebagai bagian dari pola makan seimbang yang kaya serat, buah, sayuran, dan aktivitas fisik yang cukup guna menjaga kesehatan usus serta menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news