Pengusaha Dapur MBG di Pessel Laporkan Rekan Bisnis ke Polisi, Klaim Rugi Rp1 Miliar

16 hours ago 7

KLIKPOSITIF – Seorang pengusaha Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), Yul Afrianto (63), melaporkan rekan bisnisnya berinisial MS ke Polres Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat terkait dugaan penipuan dalam pembangunan dapur MBG di Kecamatan Linggo Sari Baganti.

Kuasa hukum Yul Afrianto, Prof Dr Rodi Chanda mengatakan, laporan pengaduan tersebut resmi disampaikan ke Polres Pesisir Selatan pada Kamis (18/6/2026). Menurutnya, kliennya merasa dirugikan karena kerja sama yang telah disepakati diputus tanpa adanya pemberitahuan.

“Klien kami merasa dirugikan karena telah mengeluarkan biaya mencapai Rp 1 miliar,” ungkap Rodi kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).

Rodi menjelaskan, dugaan persoalan bermula dari pembangunan satu unit dapur MBG di Rimbo Panjang, Nagari Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti. Menurutnya, pembangunan tersebut tetap dilanjutkan oleh pihak lain tanpa melibatkan kliennya.

Baca Juga

Bank Nagari

Padahal, kata dia, pembangunan dapur telah berjalan hingga sekitar 75 persen dan Yul Afrianto telah mengeluarkan biaya miliaran rupiah. “Selain MS, kami juga melibatkan beberapa pihak, di antaranya Yayasan Bumi Rangkiang Harmoni sebagai pemilik izin,” terangnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya Yul Afrianto membangun dapur MBG di atas lahan milik MS seluas 6.400 meter persegi atas izin Yayasan Bumi Rangkiang Harmoni.
Pemanfaatan lahan tersebut dituangkan dalam Akta Perjanjian Sewa Menyewa Nomor 25 tertanggal 28 Agustus 2025 dengan nilai sewa Rp15 juta per tahun selama lima tahun, dengan total nilai Rp75 juta.

Selain itu, terdapat pula perjanjian kerja sama antara MS dan Yul Afrianto yang tertuang dalam Akta Nomor 54/L-2025 tertanggal 28 Mei 2025.

Setelah proses penentuan lokasi dan kesepakatan sewa lahan selesai, pembangunan dapur MBG dilaksanakan dengan nilai investasi yang disebut mencapai Rp850 juta.
Namun, Yul Afrianto mengaku terkejut saat melihat kondisi terbaru di lokasi pembangunan.

“Klien saya kaget ketika melihat kondisi terkini. Barang-barang yang sebelumnya belum terpasang sudah tidak ada lagi, dan pembangunan dapur ternyata tetap berlanjut bersama pihak lain,” terangnya.

Ia menyebut pembangunan sempat dihentikan sementara untuk menunggu penyelesaian persoalan keberadaan kandang itik milik warga di depan bangunan dapur.

“Pembangunan sempat dihentikan sambil menunggu keputusan terkait keberadaan kandang itik tersebut. Namun tanpa komunikasi dengan klien kami, pembangunan justru dilanjutkan oleh pihak lain,” kelasnya.

Terpisah, Kapolres Pessel, AKBP. Dery Indra belum memberikan keterangan terkait laporan tersebut. Ketika dikonfirmasi, pihak masih melakukan pengecekan dulu terkait laporan tersebut. “Kami cek dlu pelaporannya,” ujarnya ketika dikonfirmasi

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news