
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Perbaikan Jembatan Bronjong atau Jembatan Krembangan II di Kapanewon Panjatan akhirnya segera direalisasikan setelah mengalami kerusakan selama beberapa tahun terakhir. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) telah menyiapkan anggaran APBD sebesar Rp638,5 juta untuk melakukan revitalisasi jembatan yang menjadi akses penting bagi mobilitas warga.
Jembatan yang berada di perbatasan Padukuhan Wonosari dan Karangjati, Kalurahan Krembangan, tersebut selama ini menjadi penghubung utama kawasan Krembangan menuju Milir. DPUPKP menjadwalkan pekerjaan revitalisasi dimulai pada akhir Juni 2026 guna mengembalikan fungsi infrastruktur yang selama ini menjadi jalur vital masyarakat.
Lurah Krembangan, Samiran, menjelaskan bahwa kerusakan Jembatan Bronjong dipicu oleh terjangan banjir yang terjadi pada tahun lalu. Setelah kondisi jembatan mengalami kerusakan, pemerintah kalurahan bersama masyarakat segera melaporkan permasalahan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Kulonprogo agar dapat segera ditindaklanjuti.
"Kebetulan yang hadir (saat peninjauan lalu) itu dari PU dan juga Pak Bupati sendiri. Warga bersama kami menyampaikan kepada beliau bahwa itu harus segera dikerjakan karena dampaknya itu juga akan mengakibatkan fatalnya komunikasi (akses), karena itu sebagai jalan komunikasi baik itu dari Kedungsari, Krembangan, ke Demangrejo, Bumirejo, Panjatan. Itu kan arus jalur pokok," jelas Samiran kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).
Menurut Samiran, realisasi perbaikan Jembatan Bronjong pada tahun anggaran 2026 merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat yang selama ini menginginkan akses tersebut kembali berfungsi normal. Ia berharap proses pengerjaan dapat berjalan tanpa hambatan sehingga manfaatnya segera dirasakan warga dan pengguna jalan.
"Informasi tadi yang disampaikan, ya nanti sehari dua hari mungkin dalam jangka waktu satu minggu ini, ini nanti bisa dikerjakan. Mudah-mudahan pelaksanaan nanti, karena sesuai dengan permohonan kami, bisa berjalan dengan lancar, dan hasilnya juga baik, bisa bermanfaat bagi warga masyarakat khususnya para pengguna," jelasnya.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, menegaskan bahwa perbaikan Jembatan Bronjong menjadi prioritas karena keberadaannya sangat menentukan kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Panjatan dan sekitarnya. Selain sebagai akses transportasi, jembatan tersebut juga mendukung aktivitas ekonomi warga yang menggantungkan pergerakan barang dan jasa melalui jalur tersebut.
"Ya tentunya menjadi lebih lancar, karena itu penghubung ke beberapa tempat di sini yang menjadi kawasan strategis pertanian, perkantoran, dan juga di sini permukimannya cukup padat yang arah ke utara," imbuhnya.
Kerusakan yang terjadi selama dua tahun terakhir akibat dampak musim penghujan sempat menghambat aktivitas masyarakat, khususnya kendaraan dengan muatan berat yang melintas di kawasan tersebut. Kondisi ini dirasakan langsung oleh warga Padukuhan Wonosari dan Karangjati yang sehari-hari memanfaatkan Jembatan Bronjong sebagai jalur penghubung menuju kawasan pertanian, pusat layanan pemerintahan, hingga permukiman padat penduduk di wilayah Panjatan dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

10 hours ago
5

















































