PADANG, KLIKPOSITIF — Komitmen menghadirkan pendidikan vokasi berkelas dunia kembali ditegaskan oleh Politeknik Negeri Padang (PNP). Baru-baru ini, sebanyak 23 mahasiswa diberangkatkan ke China dalam program kerja sama strategis bersama LiuGong Machinery Indonesia.
Keberangkatan puluhan mahasiswa dari Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Elektro perguruan tinggi negeri vokasi ini, menandai kelanjutan dari upaya integrasi pendidikan dengan industri global yang terus diperkuat oleh PNP selama ini.
Momentum keberangkatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja mahasiswa yang digelar di kantor LiuGong Indonesia di Jakarta Utara, dan disaksikan langsung oleh Wakil Direktur Bidang Kerja Sama PNP, Ihsan Lumasa Rimra.
Ihsan mengatakan, keberangkatan puluhan mahasiswa ini merupakan Batch 2, atau melanjutkan keberhasilan program serupa yang telah lebih dulu dikirim ke China. “Ini Batch 2. Untuk Batch 1 dilakukan pada Oktober 2025 dengan jumlah mahasiswa yang dikirim sebanyak 16 orang,” katanya.
Pada Batch 2 ini, PNP menjadi institusi dengan jumlah mahasiswa terbanyak yang diberangkatkan dalam program tersebut. “Hal ini mempertegas posisi PNP sebagai kampus vokasi yang konsisten membuka jalan global bagi mahasiswanya,” tambahnya.
Program kerja sama dengan LiuGong ini, katanya melanjutkan, diikuti oleh mahasiswa terpilih dari Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Elektro. Program ini dirancang sebagai jalur terpadu yang menggabungkan pembelajaran akademik, pengalaman magang industri, hingga peluang kerja setelah lulus.
“Artinya, selama di China mereka tidak hanya magang industri di fasilitas produksi LiuGong, tapi juga akan menempuh pendidikan di Liu Zhou Polytechnic University. Di sinilah teori dan praktik bertemu—memberikan pengalaman nyata dalam industri alat berat berskala global,” ujarnya.
Menurut Ihsan, program ini menjadi bukti konkret bahwa pendidikan vokasi mampu menjawab kebutuhan industri global. Tidak hanya memperoleh pengalaman lintas negara, tapi juga memiliki kepastian karier. Sebab, usai mengikuti program ini, mereka akan langsung bekerja di fasilitas LiuGong yang berada di Karawang.
“Skema ini tentunya menghadirkan keunggulan yang jarang ditemui, yaitu masa tunggu kerja menjadi nol bulan. Karena, para peserta program ini diproyeksikan langsung terserap sebagai tenaga profesional di industri, sebuah jaminan masa depan di tengah persaingan dunia kerja yang kian ketat,” bebernya.
Bagi para mahasiswa, kata Ihsan menambahkan, program kerja sama ini bukan hanya tentang pengalaman dan belajar di luar negeri. Ini adalah pintu masuk ke dunia profesional internasional, tempat mereka akan mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan membangun karier.
“Sementara bagi PNP, program kerja sama ini menjadi bukti bahwa sinergi dengan industri adalah kunci dalam menciptakan pendidikan yang relevan dan berkelanjutan,” pungkas Ihsan.(*)

14 hours ago
6


















































