Pertumbuhan Mobil Roda Empat Baru di Sumbar Turun di Triwulan I 2026

5 hours ago 4

Hayati Sumbar

KLIKPOSITIF- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas Polda) Sumatera Barat mencatat pertumbuhan kendaraan roda empat baru di Sumbar pada triwulan I 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Kasi BPKB Ditlantas Sumbar, Kompol Awaludin Puhi, menyampaikan bahwa berdasarkan data Ditlantas, tren penurunan ini sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Pada triwulan I 2026, jumlah kendaraan roda empat baru tercatat sebanyak 2.222 unit. Sementara pada periode yang sama tahun 2024 mencapai 2.718 unit, dan tahun 2025 sebanyak 2.122 unit,” ungkapnya.

Ia menegaskan, secara persentase terjadi penurunan pertumbuhan kendaraan roda empat, dan tren ini tidak hanya terjadi pada 2026, tetapi juga sudah terlihat sejak 2024 hingga 2025.

“Secara persentase menurun. Tidak hanya triwulan I, dalam dua tahun terakhir juga terjadi penurunan,” ungkapnya.

Baca Juga

Sales Manager CV Tjahaja Baru, Ricky Indarto Halim saat peluncuran Yamaha New Gear Ultima 125 Hybrid, di Gudang Yamaha Motor Jalan Bypass KM 20, Balai Gadang, Kota Padang, Rabu 30 April 2025.

Berbeda dengan kendaraan roda empat, pertumbuhan kendaraan roda dua di Sumbar justru mengalami peningkatan. Pada triwulan I 2026, jumlah kendaraan roda dua baru tercatat naik sekitar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Untuk kendaraan roda dua, ada sedikit kenaikan sekitar 3 persen berdasarkan data yang kami himpun,” jelasnya.

Menurut Awaludin, penurunan kendaraan roda empat dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya kondisi infrastruktur jalan yang rusak atau terputus akibat bencana, sehingga memengaruhi mobilitas masyarakat.

Selain itu, tingginya opsen pajak juga diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat masyarakat terhadap kendaraan roda empat.

“Beberapa faktor seperti kondisi jalan dan kebijakan pajak bisa memengaruhi, meski tidak menutup kemungkinan ada faktor lain,” katanya.

Terkait kondisi lalu lintas, Lanjut Awaludin, secara umum masih tergolong aman dan terkendali. Kepadatan kendaraan hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu, seperti jam pulang kerja dan musim mudik.

“Wilayah Sumbar cukup luas. Kepadatan biasanya hanya terjadi pada momentum tertentu. Secara umum masih aman karena alternatif jalan cukup banyak dan volume kendaraan masih sebanding,” tutupnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news