Petani di Lereng Singgalang Panen Cabai Setan Lebih dari Ratusan Kali, Ternyata Ini Kuncinya!

5 hours ago 6

Hayati Sumbar

KLIKPOSITIF- Seorang petani di lereng Gunung Singgalang, tepatnya di Nagari Andaleh, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berhasil mempertahankan produktivitas tanaman cabai setan hingga 1,5 tahun, jauh melampaui umur panen normal.

Petani tersebut, Ujang Ramli, mengelola kebun cabai setan di lahan seluas sekitar setengah hektare dengan jumlah tanaman mencapai 3.000 batang.

Ia menyebutkan, hingga kini tanaman cabainya telah dipanen lebih dari 100 kali dan masih terus berbuah dengan kondisi yang relatif subur.

“Sudah berkali-kali panen, mungkin ratusan kali, tapi sampai sekarang masih berbuah,” ungkap Ujang.

Secara umum, tanaman cabai hanya memiliki masa produktif sekitar enam hingga delapan bulan. Namun, kondisi berbeda terjadi pada kebun milik Ujang yang tetap produktif hingga lebih dari satu tahun.

Ia mengungkapkan, tantangan terbesar terjadi saat usia tanaman memasuki tujuh bulan. Pada fase tersebut, tanaman mulai layu dan sempat diperkirakan tidak akan bertahan lama.

Kondisi itu kemudian diatasi dengan penggunaan pupuk organik merek Herdanic, pupuk organik lokal asal sumbar.

Baca Juga

Suasana Pedagang Cabai di Pasar Painan, Pessel

Suasana Pedagang Cabai di Pasar Painan, Pessel

Selain Herdanic, ia juga memberi pupuk dampingan dari kompos secara rutin. Sejak saat itu, tanaman yang sempat mengering kembali tumbuh dan menunjukkan peningkatan produksi.

“Awalnya hampir mati karena kering. Setelah pakai pupuk organik, alhamdulillah bangkit lagi dan sekarang malah lebih subur,” ujarnya.

Dalam satu kali pemupukan, Ujang menggunakan sekitar 60 kilogram pupuk organik yang diaplikasikan secara merata ke seluruh lahan.

Menurutnya, penggunaan pupuk organik menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kesuburan tanah serta memperpanjang masa produktif tanaman.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa dengan teknik budidaya yang tepat, umur panen cabai dapat diperpanjang hingga satu sampai dua tahun, melampaui pola tanam pada umumnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news